MAZ Localore Lahir di Bondowoso, Wadah Pelajar Sulap Potensi Lokal Jadi Karya Kreatif Bernilai Ekonomi
LIMADETIK.COM, BONDOWOSO – Kreativitas pelajar di Bondowoso kini punya wadah baru. Komunitas MAZ Localore resmi diluncurkan, dirangkai dengan talk show pengembangan 20 Intellectual Properties (IP) berbasis kreativitas digital dan kearifan lokal.
Komunitas ini dibentuk sebagai ruang kolaborasi bagi pengurus OSIS dan ekstrakurikuler SMA, SMK, serta MA sederajat se-Bondowoso, dengan mengusung tiga pilar utama: inovasi pendidikan, kearifan lokal, dan transformasi digital.
Founder Komunitas MAZ Localore, Azka Fauzan, menjelaskan para pelajar didorong tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tapi pencipta karya yang bernilai jual. Mulai dari film, animasi, desain, hingga merchandise khas Bondowoso seperti Gunung Ijen dan tape.
“Bayangkan jika Gunung Ijen, tape khas Bondowoso, dan kekayaan lokal lainnya dikemas menjadi produk kreatif dengan desain menarik. Visi besar kami mendorong anak muda punya daya nilai, karyanya bernilai jual dan berpotensi menghasilkan pendapatan,” ujar Azka saat ditanya Limadetik.com, usai acara Minggu (25/10/2026).
Ia menambahkan, kebutuhan sekolah seperti desain publikasi seminar, video dokumentasi, hingga merchandise bisa dipenuhi oleh karya pelajar sendiri. Sehingga sekolah menjadi ruang tumbuh karya, bukan hanya tempat belajar teori.
Untuk memperluas gerakan, MAZ Localore akan membuka rekrutmen anggota terbuka pertengahan November 2026 untuk pelajar aktif SMA/SMK/MA se-Bondowoso.
Azka berharap Pemerintah Kabupaten Bondowoso membuka ruang bagi produk karya pelajar untuk dilibatkan dalam kegiatan pemerintahan sesuai ketentuan yang berlaku.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid melalui Kepala Diskominfo Bondowoso, Dwi Wahyudi, menyampaikan apresiasi. Menurutnya, kekayaan daerah di era digital bukan hanya sumber daya alam, tapi juga kekuatan ide dan kreativitas.
“Bondowoso memiliki beragam kekayaan budaya dan potensi unggulan yang dapat dikembangkan melalui industri kreatif. Dengan dukungan teknologi digital, cerita dan identitas daerah dapat diolah menjadi produk yang menarik dan berpeluang menembus pasar yang lebih luas,” ujarnya.
Pemerintah, kata dia, mendorong kolaborasi talenta muda, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan komunitas agar lahir karya inovatif yang berkelanjutan serta bernilai ekonomi.
Penulis : Budhi
Editor : Wahyu








