PAMEKASAN, LIMADETIK.COM – Puluhan massa yang tergabung dalam Forum Mahasiswa dan Masyarakat Revolusi (FORMASI) bersama Tim Pencari Fakta Nusantara (TPF-N) mendatangi Kantor Bea Cukai Madura di Pamekasan, Senin (26/10/2026).
Aksi unjuk rasa tersebut digelar untuk menuntut transparansi penanganan hukum atas pelimpahan barang bukti 917 bal (sekitar 1,834 juta batang) rokok ilegal jenis Sigaret Kretek Mesin (SKM) bermerek Marbol yang sebelumnya disita oleh Polres Pamekasan sekitar sepekan lalu.
Barang bukti ratusan bal rokok ilegal varian rasa tersebut diamankan pihak kepolisian dari salah satu rumah warga di Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan, Pamekasan, sebelum akhirnya dilimpahkan ke Bea Cukai Madura untuk proses hukum lebih lanjut.
Koordinator Aksi sekaligus Ketua FORMASI, Iklal Ilyas Husen, menilai kinerja Bea Cukai Madura lambat dan tidak transparan dalam memproses kasus hukum yang berpotensi merugikan penerimaan negara tersebut.
“Sampai saat ini tidak ada kejelasan berkaitan dengan proses hukum 917 bal ini. Ini merupakan preseden buruk terhadap proses hukum di Pamekasan. Jelas-jelas barang bukti diserahkan oleh Polres Pamekasan, maka seharusnya proses hukum di Bea Cukai sudah semakin terang dan jelas,” tegas Iklal saat berorasi di lokasi.
Iklal mendesak agar penyidikan Bea Cukai tidak hanya berhenti pada penindakan kurir atau pemilik barang bukti semata, tetapi juga berani mengusut tuntas pemilik mesin produksi serta dalang utama di balik peredaran rokok tak berpita cukai tersebut.
“Kami meminta Bea Cukai Madura tidak hanya menjerat tersangka kepemilikan, tetapi juga memproses hukum pemilik mesin produksi, menutup pabrik yang terlibat, serta menyelidiki dugaan keterlibatan oknum tertentu,” desaknya.
Sebagai bentuk kritik simbolis, massa menyerahkan jamu Tolak Angin dan minuman penyegar kepada pejabat Bea Cukai Madura. Penyerahan ini dimaksudkan sebagai petuah agar Bea Cukai Madura tidak “masuk angin” dan memiliki stamina serta komitmen moral yang kuat dalam menuntaskan kasus tersebut.
Koordinator aksi lainnya, Bobby, mengancam akan membawa massa dengan jumlah jauh lebih banyak apabila tuntutan mereka tidak ditindaklanjuti secara serius.
“Ini aksi awal. Jika tidak ada kejelasan dan tindakan tegas dari Bea Cukai Madura untuk mengusut hingga ke akar-akarnya, kami akan kembali turun ke jalan dengan massa yang jauh lebih besar,” ancam Bobby.
Aksi yang berlangsung kondusif di bawah pengawalan ketat aparat kepolisian tersebut direspon oleh perwakilan Bea Cukai Madura, Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan, Andru Iedwan Permadi. Ia menyampaikan singkat bahwa perkara tersebut saat ini sedang berjalan di penyidikan.
“Masih kami proses. Percaya pada kami, kami sedang dalam proses penindakan sekarang,” pungkas Andru.
Penulis : Arif dan
Editor : Wahyu








