PAMEKASAN, Limadetik.com — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pamekasan telah menginventalisir dampak musim kemarau, yakni kekeringan yang dimungkinkan terjadi di kabupaten Berslogan Gerbang salam.
Berdasarkan data sementara, tidak berbeda jauh dengan data kekeringan tahun lalu, yakni terjadi di 310 Dusun di 80 Desa yang tersebar di 11 Kecamatan se Kabupaten Pamekasan. Demikian disampaikan Kalaksa BPBD Pamekasan, Akmalul Firdaus, Selasa (17/07/2018).
“Untuk terdampak kekeringan di wilayah Pamekasan tidak berbeda jauh dari tahun lalu, yakni di 11 Kecamatan, kecuali Kecamatan Kota dan Galis, ada di 310 Dusun yang tersebar di 80 Desa,” katanya.
Akmalul Firdaus menjelaskan, data kekeringan itu masih dalam proses pengajuan untuk diterbitkan SK bupati sebagai payung hukum pendistribusian air.
Selain data tersebut, mantan Kadinsos Pamekasan ini juga menyampaikan, sebagai lampiran, berdasarkan data, (BMKG) menyebutkan puncak kemarau di Kabupaten Pamekasan terjadi pada akhir juli dan Agustus.
“Kita masih ajukan permohonan SK bupati untuk penetapan data kekeringan sebagai payung hukum untuk pendistribusian air ke lokasi terdampak kekeringan,” imbuh Firdaus.
Hingga kini, BPBD Pamekasan masih menunggu SK Bupati sebagai payung hukum untuk mendistribusikan air, “Semoga pada bulan Agustus mendatang pendistribusian air sudah bisa dilakukan kepada wilayah terdampak kekeringan,” tandasnya. (arf/yd)