JAKARTA, limadetik.com — Sebanyak delapan dapur umum lapangan dibuka dan dikelola Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kementerian Sosial (Kemensos) untuk melayani pengungsi bencana banjir, longsor dan angin kencang di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel). “Terdapat delapan dapur umum yang dikelola Tagana, masing-masing dapur umum dapat memproduksi 3.000 nasi bungkus per hari,” kata Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos, Harry Hikmat, di Jakarta, Jumat (25/1).

Sebelumnya, Menteri Sosial, Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, Kemensos telah mendistribusikan bantuan untuk bencana di Sulsel terdiri atas makanan dan lauk pauk 1.400 paket, 15 ribu bungkus mie instan, satu unit tenda serbaguna keluarga, 300 lembar tenda gulung, 50 unit velbed dan 100 lembar kasur.

Kemensos juga mengirimkan peralatan keluarga sebanyak 600 paket, 250 paket peralatan dapur keluarga, 200 lembar selimut, dan 100 paket sandang. Total bantuan tahap pertama ini sebesar Rp 874.517.200.

Selain itu, Kemensos juga mengerahkan 450 personel Tagana dengan rincian 100 personel Tagana di Gowa dan 200 Tagana di Makassar serta masing-masing 50 orang Tagana di Maros, di Pangkep dan di Barru. Serta menurunkan dua perahu karet di Gowa dan satu di Makassar.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulsel menyatakan, hingga Kamis (24/1) tercatat 37 orang meninggal dunia, 24 orang hilang dan 4.471 jiwa mengungsi akibat bencana tersebut.

Hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang melanda Sulsel. Data sementara mencatat 53 kecamatan di 12 kabupaten dan kota di Sulsel mengalami banjir, tanah longsor dan angin kencang. Wilayah yang terdampak tersebut yaitu Kabupaten Jeneponto, Gowa, Maros, Soppeng, Barru, Wajo, Pangkajene Kepulauan, Bantaeng, Kota Makassar, Kabupaten Selayar dan Takalar.

Sumber : Antara

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here