GP Ansor Jatim Apresiasi Bea Cukai Juanda Gagalkan Penyelundupan Narkotika: Negara Tak Boleh Kalah dari Jaringan Internasional

- Penulis

Rabu, 5 Agustus 2026 - 14:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua GP Ansor Jatim, Musyaffa' Safril

Ketua GP Ansor Jatim, Musyaffa' Safril

GP Ansor Jatim Apresiasi Bea Cukai Juanda Gagalkan Penyelundupan Narkotika: Negara Tak Boleh Kalah dari Jaringan Internasional

limadetik.com/, SURABAYA – Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor (PW GP Ansor) Jawa Timur memberikan apresiasi tinggi kepada Bea Cukai Juanda, Kantor Wilayah Bea Cukai Jawa Timur I, serta Satuan Tugas Pengamanan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Satgaspam Lanudal) Juanda atas keberhasilan menggagalkan upaya penyelundupan narkotika melalui Bandara Internasional Juanda.

Keberhasilan mengungkap penyelundupan metamfetamina dan ekstasi tersebut dinilai bukan sekadar capaian penegakan hukum, melainkan bagian penting dari upaya negara melindungi generasi muda dan menjaga masa depan bangsa dari ancaman kejahatan narkotika lintas negara.

Ketua PW GP Ansor Jawa Timur, H. Musaffa Safril, menyampaikan penghormatan kepada seluruh aparat yang terlibat dalam pengungkapan kasus tersebut. Menurutnya, keberhasilan itu menunjukkan kesigapan dan kuatnya sinergi antarlembaga dalam menghadang masuknya narkotika ke wilayah Indonesia.

“Atas nama keluarga besar PW GP Ansor Jawa Timur, kami menyampaikan penghormatan dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh aparat yang telah bekerja dengan penuh integritas, profesionalisme, dan keberanian,” ujar Musaffa, Rabu (5/8/2026).

Baca Juga  Lima Terdakwa Korupsi BSPS Sumenep Hadapi Tuntutan Berat, Jaksa Minta Penjara 2–7 Tahun

Ia menegaskan, negara tidak boleh memberikan ruang bagi jaringan narkotika internasional yang terus berupaya menyusup melalui berbagai jalur dan pintu masuk Indonesia.

“Keberhasilan ini menunjukkan bahwa negara tidak boleh kalah terhadap jaringan narkotika internasional yang terus berupaya merusak generasi bangsa,” tegasnya.

Musaffa menilai narkotika telah berkembang menjadi ancaman serius terhadap ketahanan nasional. Dampaknya tidak hanya menghancurkan individu yang menjadi korban, tetapi juga dapat merusak ketahanan keluarga, mengganggu kehidupan sosial, menurunkan produktivitas, serta mengancam keberlanjutan masa depan bangsa.

Karena itu, pemberantasan narkotika tidak cukup hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum. Perang melawan narkoba, kata dia, harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi kepemudaan, tokoh masyarakat, keluarga, hingga seluruh lapisan masyarakat.

“Setiap gram narkotika yang berhasil digagalkan masuk ke Indonesia adalah ribuan anak bangsa yang berhasil diselamatkan. Karena itu, keberhasilan ini patut diapresiasi sebagai bentuk nyata hadirnya negara dalam melindungi rakyatnya,” ujarnya.

Baca Juga  Lima Tahun Merger Pelindo, Produktivitas Melonjak tapi Standardisasi Layanan Masih Diuji

PW GP Ansor Jawa Timur juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai indikasi peredaran narkotika di lingkungan masing-masing. Masyarakat diharapkan tidak hanya menyerahkan sepenuhnya upaya pemberantasan narkoba kepada aparat, tetapi turut mengambil peran melalui edukasi, pengawasan sosial, serta keberanian melaporkan aktivitas mencurigakan yang berpotensi berkaitan dengan peredaran narkotika.

Sebagai organisasi kepemudaan yang berkomitmen menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, GP Ansor menegaskan kesiapan untuk terus memperkuat sinergi bersama TNI, Polri, Bea Cukai, Badan Narkotika Nasional (BNN), serta seluruh institusi negara.

Sinergi tersebut akan diwujudkan melalui berbagai langkah, mulai dari pendidikan dan sosialisasi bahaya narkotika, penguatan karakter kebangsaan, hingga gerakan sosial di tingkat akar rumput guna membangun ketahanan masyarakat terhadap ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

“Kami percaya bahwa menjaga Indonesia tidak hanya dilakukan di medan perbatasan, tetapi juga dengan menjaga generasi mudanya dari kehancuran akibat narkoba,” katanya.

Menurut Musaffa, perlawanan terhadap narkotika merupakan bagian dari jihad kebangsaan, yakni ikhtiar bersama untuk menjaga masa depan Indonesia dan melindungi generasi muda dari ancaman yang dapat menghancurkan potensi bangsa.

Baca Juga  BADKO HMI Jatim Kritik Acara Sumpah Pemuda Polda Jatim, Soroti Goyang-Goyang dan Nilai Santri

“Melawan narkotika adalah bagian dari jihad kebangsaan, ikhtiar bersama untuk mempertahankan masa depan Indonesia. Tidak boleh ada kompromi terhadap para pelaku dan jaringan pengedar narkotika,” tegasnya.

Ia menambahkan, negara harus terus hadir melalui kebijakan dan tindakan yang tegas, terukur, serta berkelanjutan. Selain penindakan terhadap pelaku, penguatan pengawasan di jalur perbatasan dan pintu masuk negara juga perlu terus dilakukan untuk mempersempit ruang gerak jaringan penyelundupan narkotika.

“Negara harus hadir dengan tindakan yang tegas, terukur, dan berkelanjutan,” pungkas Musaffa.

PW GP Ansor Jawa Timur berharap sinergi antara Bea Cukai, TNI, Polri, BNN, dan seluruh aparat penegak hukum semakin diperkuat. Kolaborasi lintas institusi dinilai menjadi kunci untuk memperkokoh pengawasan di setiap pintu masuk Indonesia serta menghadang ancaman penyelundupan narkotika dan berbagai bentuk kejahatan transnasional lainnya.

Facebook Comments Box

Penulis : Joko

Editor : Wahyu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel limadetik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemkab Sumenep Tekankan Kebersihan Kantor dan Kebugaran ASN, Instruksi Bupati Tak Boleh Diabaikan
BADKO HMI Jatim Kritik Acara Sumpah Pemuda Polda Jatim, Soroti Goyang-Goyang dan Nilai Santri
Usai MUKERNAS TDA 9.0, Pengusaha di 119 Daerah Didorong Perkuat Bisnis dan Perluas Pasar
Momentum HUT ke-81 Jatim, BADKO HMI Sambut Positif Pembentukan Biro Pengelolaan BUMD dan BLUD
Konsolidasi ke SMSI Jatim, SMSI Sumenep Mantapkan Agenda Besar 2027
Lima Tahun Merger Pelindo, Produktivitas Melonjak tapi Standardisasi Layanan Masih Diuji
Raih Tiga Juara FES 2026, Sumenep Bidik Ekonomi Syariah yang Membuka Akses Ekonomi Warga
Berkasus! Pelantikan Rektor UINSA Disambut Gelombang Penolakan
Berita ini 54 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 10:26 WIB

Pemkab Sumenep Tekankan Kebersihan Kantor dan Kebugaran ASN, Instruksi Bupati Tak Boleh Diabaikan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:12 WIB

BADKO HMI Jatim Kritik Acara Sumpah Pemuda Polda Jatim, Soroti Goyang-Goyang dan Nilai Santri

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:57 WIB

Usai MUKERNAS TDA 9.0, Pengusaha di 119 Daerah Didorong Perkuat Bisnis dan Perluas Pasar

Kamis, 8 Oktober 2026 - 21:18 WIB

Momentum HUT ke-81 Jatim, BADKO HMI Sambut Positif Pembentukan Biro Pengelolaan BUMD dan BLUD

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:48 WIB

Konsolidasi ke SMSI Jatim, SMSI Sumenep Mantapkan Agenda Besar 2027

Berita Terbaru