2,6 Ton Sabu Cair Digagalkan di Perairan Kepri, 10 ABK Asal Myanmar Diamankan

- Redaksi

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 08:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Barang bukti yang Diamankan

Barang bukti yang Diamankan

2,6 Ton Sabu Cair Digagalkan di Perairan Kepri, 10 ABK Asal Myanmar Diamankan

LIMADETIK.COM, BATAM – Sinergi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, dan Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri) berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika dalam skala besar melalui jalur laut.

Petugas mengamankan kapal berbendera Tanzania, MV Ocean Porter, di wilayah perairan Kepulauan Riau pada 17 Agustus 2026. Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan sekitar 2,6 ton methamphetamine (sabu) dalam bentuk cair, serta 1.570.000 batang rokok tanpa pita cukai.

Pengungkapan tersebut bermula dari analisis intelijen gabungan Direktorat Interdiksi Narkotika Bea Cukai, Bea Cukai Batam, dan Direktorat Intelijen BNN RI pada awal Agustus 2026.

Dari hasil analisis, petugas menemukan sejumlah anomali dalam pergerakan MV Ocean Porter. Kapal tersebut terindikasi memiliki keterkaitan dengan aktivitas pengangkutan narkotika lintas negara.

Berdasarkan profiling dan pemantauan intelijen, MV Ocean Porter diduga melakukan aktivitas ship-to-ship narkotika di kawasan perairan Andaman–Selat Malaka sebelum bergerak menuju Selat Singapura.

Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan meningkatkan pengawasan terhadap pergerakan kapal hingga memasuki wilayah perairan Indonesia.

Pada 17 Agustus 2026, operasi pengejaran pun dilakukan. Tim gabungan Bea Cukai dan BNN melibatkan Satgas Patroli Laut Kanwil Bea Cukai Khusus Kepulauan Riau, PSO Bea Cukai Tanjung Balai Karimun, sejumlah kapal patroli Bea Cukai, serta Tim Onboard BNN RI.

Operasi berlangsung hingga malam hari. Tim yang berada di kapal patroli BC20011, BC30005, BC1410, dan BC1305 akhirnya berhasil menghentikan dan mengamankan MV Ocean Porter di perairan utara Tanjung Parit.

BACA JUGA  The Joy of Solo Travel: Tips and Inspiration for Adventuring Alone

Kapal tersebut kemudian ditarik menuju Dermaga PSO Bea Cukai Tanjung Balai Karimun untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Temukan Sabu Cair di Dalam Palka

Pemeriksaan mendalam dilakukan pada 18 Agustus 2026 dengan melibatkan unsur Direktorat Interdiksi Narkotika Bea Cukai, Kanwil Bea Cukai Khusus Kepulauan Riau, Bea Cukai Batam, PSO Bea Cukai Tanjung Balai Karimun, Bea Cukai Tanjung Balai Karimun, Satgas Patroli Laut Bea Cukai, BNN RI, serta Polda Kepulauan Riau.

Untuk memastikan keberadaan narkotika, petugas mengerahkan unit anjing pelacak (K-9) Bea Cukai Batam dan sejumlah perangkat pendeteksi serta identifikasi narkotika, di antaranya backscatter X-ray, Rigaku, NIK (Narcotics Identification Kit), dan Defender Omega milik BNN.

Hasil pemeriksaan mengungkap temuan mengejutkan. Petugas menemukan delapan drum dan satu tangki berisi cairan dengan aroma menyengat yang disembunyikan di dalam palka kapal.

Pengujian awal menggunakan Defender Omega, Rigaku, dan NIK menunjukkan cairan tersebut positif mengandung methamphetamine atau sabu.

Total berat bruto narkotika diperkirakan mencapai 2,6 ton. Berdasarkan perhitungan petugas, pengungkapan tersebut diperkirakan mampu menyelamatkan sekitar 14,15 juta jiwa dari potensi penyalahgunaan narkotika.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Letjen TNI (Purn.) Djaka Budhi Utama, menegaskan bahwa temuan tersebut merupakan salah satu hasil penting dari operasi pengawasan dan penindakan yang dilakukan aparat.

BACA JUGA  From Farm to Table: The Journey of Food and its Impact on Our Health and the Environmen

Besarnya jumlah narkotika yang berhasil diamankan, menurut Djaka, menunjukkan adanya upaya serius untuk memasukkan narkotika ke Indonesia melalui jalur laut.

“Pengungkapan ini sekaligus menjadi bukti pentingnya pengawasan berbasis intelijen terhadap pergerakan kapal yang memiliki indikasi terkait jaringan perdagangan narkotika lintas negara,” tegas Djaka dalam konferensi pers, Jumat (21/8/2026).

Jutaan Batang Rokok Tanpa Pita Cukai Turut Disita

Pemeriksaan terhadap MV Ocean Porter tidak berhenti pada temuan sabu cair. Petugas juga menemukan barang kena cukai hasil tembakau (BKC HT) berupa rokok polos tanpa dilekati pita cukai.

Rokok merek GD yang diduga berasal dari Tiongkok tersebut ditemukan di dalam kontainer bernomor DRYU9201919. Djaka menjelaskan, petugas menemukan 157 boks rokok polos. Setiap boks berisi 50 slop, masing-masing slop terdiri atas 10 bungkus, sementara setiap bungkus berisi 20 batang. Dengan demikian, total rokok yang diamankan mencapai 1.570.000 batang.

“Untuk nilai barang dari 1.570.000 batang rokok tanpa pita cukai diperkirakan mencapai Rp3.917.150.000, sementara potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan mencapai Rp4.463.478.600,” ujar Djaka.

Temuan tersebut memperlihatkan bahwa satu sarana pengangkut ternyata digunakan untuk membawa lebih dari satu jenis barang ilegal. Selain narkotika dalam jumlah luar biasa besar, petugas juga menemukan jutaan batang rokok yang tidak memenuhi ketentuan di bidang cukai.

10 ABK WN Myanmar Diamankan

BACA JUGA  Wednesday Addams Musim Pertama | Teaser Resmi | Netflix

Dalam penindakan tersebut, petugas turut mengamankan 10 anak buah kapal (ABK). Seluruhnya diketahui merupakan warga negara Myanmar.

Para ABK dibawa ke Dermaga PSO Bea Cukai Tanjung Balai Karimun untuk menjalani pemeriksaan dan pendalaman guna mengungkap peran masing-masing serta kemungkinan keterkaitan mereka dengan jaringan penyelundupan.

Sementara itu, terhadap temuan 1.570.000 batang rokok tanpa pita cukai, Bea Cukai akan melanjutkan proses penyidikan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang cukai.

Bea Cukai bersama BNN RI dan Polda Kepri juga masih melakukan pengembangan terhadap temuan narkotika tersebut. Pendalaman diarahkan untuk mengungkap asal barang, tujuan pengiriman, pihak yang terlibat, serta kemungkinan keterkaitannya dengan jaringan perdagangan narkotika internasional.

Djaka menegaskan, pengungkapan MV Ocean Porter menjadi gambaran penting mengenai tantangan pengawasan wilayah perairan Indonesia yang berpotensi dimanfaatkan sebagai jalur masuk barang ilegal lintas negara.

“Pengungkapan NPP dan rokok tanpa pita cukai di MV Ocean Porter menjadi bukti bahwa sinergi antara Bea Cukai, BNN dan Polri mampu menggagalkan upaya peredaran barang ilegal.” tandasnya.

Ia menambahkan, pemerintah akan terus memperkuat pengawasan, pertukaran informasi intelijen, serta koordinasi antarinstansi untuk mencegah wilayah Indonesia dimanfaatkan sebagai jalur penyelundupan.

“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan pengawasan serta memperkuat kerja sama dalam melindungi masyarakat dari ancaman narkotika dan peredaran barang ilegal, sekaligus menjaga wilayah Indonesia dari aktivitas penyelundupan lintas negara,” pungkas Djaka.

Penulis : Lis

Editor : Wahyu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel limadetik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pria Lansia Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Gapura, Polisi Lakukan Penyelidikan
KM Mutiara Sentosa 2 Terbakar di Utara Sumenep, Evakuasi Ratusan Penumpang Masih Berlangsung
Wednesday Addams Musim Pertama | Teaser Resmi | Netflix
The Joy of Solo Travel: Tips and Inspiration for Adventuring Alone
From Farm to Table: The Journey of Food and its Impact on Our Health and the Environmen
Sustainable Tourism in Bali: Balancing Preservation and Growth

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 08:42 WIB

2,6 Ton Sabu Cair Digagalkan di Perairan Kepri, 10 ABK Asal Myanmar Diamankan

Jumat, 7 Agustus 2026 - 18:43 WIB

Pria Lansia Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Gapura, Polisi Lakukan Penyelidikan

Minggu, 2 Agustus 2026 - 12:58 WIB

KM Mutiara Sentosa 2 Terbakar di Utara Sumenep, Evakuasi Ratusan Penumpang Masih Berlangsung

Rabu, 29 Maret 2023 - 05:10 WIB

Wednesday Addams Musim Pertama | Teaser Resmi | Netflix

Selasa, 28 Maret 2023 - 23:44 WIB

The Joy of Solo Travel: Tips and Inspiration for Adventuring Alone

Berita Terbaru