SURABAYA, limadetik.com — Tiga orang pelaku pembakaran Kantor Polsek Tambelengan, Kabupaten Sampang Jawa Timur kemabali diamankan Polisi Daerah (Polda) Jatim. Ketiga orang tersangka sebelumnya sudah masuk dalam 18 Daftar Pencarian Orang (DPO).
Adapun identitas 3 pelaku yang diamankan Polda Jatim yakni masing-masing Satiri (42) warga Lonjukung, Desa Samaran, Tambelangan, Sampang; H. Abdul Rohim (49) warga desa Lonjukung, Kecamatan Tambelangan, Sampang; dan Bukhori (33) masih dengan alamat yang sama.
“Dari enam yang sudah dilakukan penahanan, kita mendapatkan lagi tiga,” ungkap Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol. F. Barung Mangera saat merilis tiga DPO di Mapolda Jatim, Rabu (12/6/2019) seperti dilansir dari Bangsa Online.
Barung mengatakan, saat ini surat penahan untuk ketiga tersangka ini sudah terbit, sehingga saat ini total yang sudah ditahan ada 9 orang. “Dari tiga orang yang dilakukan penahanan, 2 orang menyerahkan diri, kita lakukan penahanan juga, pada kemarin surat penahanan juga sudah keluar,” ungkapnya.
“Sudah ada 9 orang tersangka perusakan pembakaran dan penjarahan di Mapolsek Tambelengan, Sampang yang kita amankan” kata Barung.
Terkait hal di atas, Kasubdit Kamneg Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Suryono menambahkan, dari 21 Daftar Pencarian Orang (DPO), saat ini masih ada 13 orang lagi yang masih diburu. “Kita masih mencari (13 DPO, red), sedangkan jumlah saksi-saksi yang sudah diperiksa sebanyak 31 orang,” ucap Suryono.
Ia menegaskan, bahwa peran 3 orang ini sebagai pelempar batu di Mapolsek Tambelengan. “Ketiga orang pelaku ini sama dengan tersangka sebelumnya, yakmi ikut melakukan pelemparan menggunakan batu-batu ke arah Polsek Tambelangan,” terangnya.
Para tiga tersangka Abdul dan Satiri dikenakan pasal komulatif yaitu Pasal 200, 170, 187, 363 KUHP. Sementara Bukhori sendiri dikenakan Pasal 55 KUHP. Maka dengan ditangkapnya tiga tersangka ini, Polda Jatim telah menetapkan tersangka pembakaran Mapolsek Tambelangan sebanyak 9 orang.
Namun Satiri mengakui hanya ikut-ikutan saja untuk melakukan perusakan Mapolsek Tambelangan. “Awalnya saya mendengar suara letusan, dan ikut-ikutan saja,” tukas Satiri. (*)
Sumber: Bangsa Online