Muncul Kerusakan Jembatan Koncer, Komisi IV Desak Pemkab Evaluasi Menyeluruh

- Penulis

Selasa, 7 Juli 2026 - 12:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi 4 DPRD Kabupaten Bondowoso, Abdul Majid

Anggota Komisi 4 DPRD Kabupaten Bondowoso, Abdul Majid

Muncul Kerusakan Jembatan Koncer, Komisi IV Desak Pemkab Evaluasi Menyeluruh

limadetik.com/, BONDOWOSO – Komisi IV Anggota DPRD Bondowoso Fraksi Gerindra, Abdul Majid, mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi Jembatan Koncer.

Menurutnya, langkah cepat dan koordinasi lintas instansi menjadi kunci untuk mencegah risiko yang lebih besar terhadap keselamatan masyarakat maupun aktivitas perekonomian.

Pernyataan tersebut disampaikan Abdul Majid usai mengikuti rapat bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso, yang membahas kondisi infrastruktur pasca munculnya kerusakan pada Jembatan Koncer.

Majid menjelaskan, penilaian teknis mengenai kelayakan jembatan merupakan kewenangan Dinas Bina Marga, Sumber Daya Air, dan Bina Konstruksi (BSBK).

Namun demikian, BPBD tetap memiliki peran penting dalam mengoordinasikan langkah mitigasi agar dampak sosial maupun ekonomi dapat diantisipasi sejak dini.

Baca Juga  261 Anak PAUD-TK Se-Bondowoso Adu Kreativitas di Final Lomba Mewarnai YPLP

"Terkait uji kelayakan itu memang ranahnya BSBK. Tetapi BPBD harus terus melakukan koordinasi sehingga dampak sosial maupun dampak ekonomi akibat kondisi jembatan ini sudah bisa diprediksi dan diantisipasi sejak awal," ujar Majid pada limadetik.com/, usai rapat, Selasa (7/7/2026).

Menurutnya, apabila kerusakan murni disebabkan faktor teknis, maka penanganannya juga harus dilakukan secara teknis dan profesional. Namun jika terdapat faktor lain, seperti kondisi kontur tanah atau kapasitas jembatan yang sudah tidak sesuai dengan beban kendaraan yang melintas, maka perlu dilakukan kajian lebih mendalam.

Majid meminta BPBD segera berkoordinasi dengan instansi teknis, aparat kepolisian, serta pihak terkait lainnya guna mencegah potensi kerusakan yang lebih parah.

"Jangan sampai kondisi ini dibiarkan hingga jembatan ambruk dan menimbulkan kerugian yang lebih besar atau bahkan membahayakan masyarakat," tegasnya.

Baca Juga  Ribuan Pelajar Tampilkan Budaya di Hari Jadi ke-207 Bondowoso

Ia juga mendorong Bupati Bondowoso segera menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) yang memiliki kewenangan agar bergerak cepat melakukan evaluasi dan penanganan.

Menurut Majid, pemerintah harus belajar dari pengalaman kerusakan Jembatan Sentong yang telah berdampak pada aktivitas masyarakat. Karena itu, potensi kerusakan Jembatan Koncer harus segera dipetakan agar tidak menambah beban ekonomi warga.

"Kami tidak ingin kerugian masyarakat semakin bertambah. Dampak kerusakan infrastruktur sudah sangat terasa terhadap aktivitas ekonomi. Jangan sampai persoalan di Jembatan Koncer memperpanjang penderitaan masyarakat," katanya.

Saat ditanya mengenai kemungkinan perbaikan total seperti yang terjadi pada Jembatan Sentong, Majid mengaku masih menunggu hasil evaluasi teknis dari instansi berwenang.

Ia mengungkapkan, berdasarkan informasi awal yang diterimanya, perbaikan sementara sudah mulai dilakukan oleh unit pelaksana teknis (UPT) yang bertanggung jawab di lokasi.

Baca Juga  Perkuat Ketahanan Pangan, Pemkab Bareng Perhutani KPH Bondowuso Tandatangani PKS

"Informasi yang saya terima sudah ada penanganan awal. Nanti saya akan cek langsung ke lapangan. Tetapi yang terpenting setelah perbaikan sementara dilakukan adalah memastikan apakah langkah tersebut sudah cukup atau masih membutuhkan penanganan lanjutan," ujarnya.

Majid menegaskan, keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan pemerintah. Oleh karena itu, seluruh proses evaluasi dan penanganan Jembatan Koncer harus dilakukan secara cepat, terukur, dan berdasarkan hasil kajian teknis yang komprehensif.

"Yang paling penting, kerugian masyarakat dari sisi ekonomi, sosial, maupun aktivitas lainnya jangan sampai terus bertambah. Karena itu koordinasi dan tindakan cepat harus segera dilakukan," pungkas Majid.

Facebook Comments Box

Penulis : Budhi

Editor : Wahyu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel limadetik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Cegah Penyimpangan, Kejaksaan Ingatkan Kepala Sekolah Soal Aturan Revitalisasi Sekolah
Kurang dari 12 Jam, Polres Bondowoso Amankan Terduga Pembuat Video Penistaan Al-Qur’an
261 Anak PAUD-TK Se-Bondowoso Adu Kreativitas di Final Lomba Mewarnai YPLP
BPKAD Bondowoso: KKPD Bikin Belanja OPD Tertib, Transparan dan Mudah Dilacak
Atasi Kekeringan, Bupati Bondowoso Tinjau 74 Titik Irpom yang Mampu Airi 1.110 Hektare Sawah
50 Ribu Peserta Padati JAKA SOPAN ke-9 Pondok Pesantren Al-Islah Bondowoso
Kolaborasi Pemkab-OJK-ILO Hidupkan Kembali Kejayaan Kopi Bondowoso, Bidik Pasar Eropa Lewat Ekosistem Terintegrasi
Kejar Target Nasional 30 Persen, Bondowoso Percepat Aktivasi IKD Lewat Peran Kecamatan dan Desa
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 19:03 WIB

Cegah Penyimpangan, Kejaksaan Ingatkan Kepala Sekolah Soal Aturan Revitalisasi Sekolah

Senin, 12 Oktober 2026 - 16:23 WIB

Kurang dari 12 Jam, Polres Bondowoso Amankan Terduga Pembuat Video Penistaan Al-Qur’an

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:18 WIB

261 Anak PAUD-TK Se-Bondowoso Adu Kreativitas di Final Lomba Mewarnai YPLP

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:51 WIB

BPKAD Bondowoso: KKPD Bikin Belanja OPD Tertib, Transparan dan Mudah Dilacak

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:04 WIB

Atasi Kekeringan, Bupati Bondowoso Tinjau 74 Titik Irpom yang Mampu Airi 1.110 Hektare Sawah

Berita Terbaru