Scroll Untuk Membaca Artikel
Artikel

Bahaya Obesitas dan Manfaat Olahraga Pada Ibu Hamil

×

Bahaya Obesitas dan Manfaat Olahraga Pada Ibu Hamil

Sebarkan artikel ini
Bahaya Obesitas dan Manfaat Olahraga Pada Ibu Hamil
Ilustrasi ibu hamil

Bahaya Obesitas dan Manfaat Olahraga Pada Ibu Hamil

Penulis : Vindi Issaura Khoirul Saida
Prodi : Ilmu Keolahragaan
Fakultas: Ilmu Keolahragaan
Universitas Negeri Malang

________________________________

GESER KE ATAS
SPACE IKLAN

ARTIKEL – Meningkatnya angka obesitas dan konsekwensinya merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang utama. Wanita hamil masuk kedalam kelompok resiko tinggi mengalami kenaikan berat badan yang berlebih sehingga aktivitas fisik secara teratur dapat memberikan manfaat perlindungan yang mendasar bagi kesejahteraan ibu dan janin.

Dampak yang dialami janin dari ibu yang mengalami obesitas beresiko mengalami hambatan pertumbuhan, lahir mati, dan cedera lahir. Selain itu obesitas pada kehamilan dapat menimbulkan resiko kesehatan jangka panjang yang merugikan bagi ibu dan keturunannya seperti tingginya resiko penyakit kardiovaskuler, hipertensi, diabetes, obesitas dimasa depan.

Menurut pendapat American College of Obstetricians and Gynecologists committee wanita hamil harus melakukan latihan intensitas sedang setidaknya 20 – 30 menit sehari bahkan sepanjang hari dalam seminggu. Bentuk aktivitas fisik yang dianjurkan selama kehamilan seperti senam dasar panggul, peregangan, jalan kaki, berenang, yoga, dan pilates.

Aktivitas fisik olahraga teratur selama masa kehamilan membantu menjaga berat badan dan kebugaran fisik, mengurangi resiko diabetes mellitus, dan memastikan stabilitas suasana hati. Hal ini meningkatkan kontrol glikemik dan berat badan gestasional serta menurunkan resiko preeklamsia.

Bahaya Obesitas dan Manfaat Olahraga Pada Ibu Hamil
Ilustrasi olahraga ibu hami

Selain itu aktivitas fisik selama masa kehamilan dapat meningkatkan tingkat keberhasilan persalinan normal. Wanita yang aktif berolahraga memiliki resiko 30% lebih rendah untuk menjalani operasi Caesar dibandingkan dengan wanita yang tidak aktif berolahraga. Insiden operasi Caesar secara statistic lebih tinggi pada wanita yang tidak berolahraga dibandingkan dengan mereka yang aktif secara fisik selama kehamilan.

Menurut Stadnicka dkk. Mengungkapkan bahwa aktivitas fisik olahraga mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap cara persalinan, timbulnya kontraksi spontan dan dampak yang mendekati signifikansi statistic terhadap tingkat kerusakan perineum selama persalinan.
Menurut penelitian 50,1% adanya hambatan yang menghalangi aktivitas olahraga selama kehamilan memiliki beberapa penyebab seperti komplikasi kehamilan (32%), merasa tidak enak badan (19,0%) dan keengganan terhadap aktivitas fisik (4,1%).

Mengingat resiko yang ditimbulkan dari keengganan kita melakukan aktfitas fisik olahraga dan banyaknya manfaat yang bisa kita rasakan ketika berolahraga maka dari itu yuk moms jangan ragu untuk melakukan aktivitas fisik olahraga agar janin kita tumbuh dan lahir dalam keadaan sehat, salam olahraga.

Sumber :
Alexandre, M. P., & Brian Hutton. (2019). Guidlines For The Management of Pregnant Women With Obesity: A Systematic Review. Pregnancy Management/Obesity, 1-14, DOI 10.1111/obr.12972
Natalya Misan, Karolina,Mical, et al. (2022). Do Women Play Sports While Pregnant? Obstetrics, 710- 715, DOI 10.5603/GP.a2022.0015
Sumber foto : https://pin.it/2ckp09bqg dan https://pin.it/2bI5WUOx1

Santri Gen-Z
Artikel

Santri Gen-Z Oleh: Noris Soleh Kang Santri Nusantara…

× How can I help you?