oleh

Bingung Cara Meningkatkan Penjualan? Sepertinya Anda Perlu Tahu ini !

-Tak Berkategori

Oleh : Nabila Saskia Nanda. S

(Mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang)

https://limadetik.com/

Dalam memulai sebuah usaha, sudah pasti lazim dengan angka penjualan yang fluktuatif. Hal-hal yang mempengaruhipun beragam, mulai dari permintaan pasar yang menurun, ketidak tersediaan bahan, atau kendala-kendala lain yang mebuat sebuah usaha menjadi terhambat untuk berkembang. Salah satu cara untuk mengantisipasi kontrol usaha yang tidak efektif adalah dengan adanya audit pemasaran.

Audit pemasaran sendiri adalah suatu kebijakan pemasaran pada perusahaan untuk menaikkan penjualan. Perusahan yang mengalami penurunan penjualan dan ingin menambah penjualan akan sangat terbantu dengan
menggunakan strategi pemasaran baru seperti, menambah pangsa pasar, berjualan melalui media online dan offline, menambah tenaga penjual dan lain-lain. Peran audit pemasaran disini adalah untuk menganalisis atas perusahaan dan lingkungannya, sehingga pengusaha dapat mengetahui target pasar dilingkungan serta keadaan dalam perusahaan itu sendiri.

Audit pemasaran dilakukan apabila suatu hal berjalan tidak semestinya pada perusahaan, misalnya penjualan perusahaan menurun. Secara umum audit pemasaran dilakukan secara regular. Dengan cara ini dapat mendeteksi adanya kesalahan strategi pemasaran yang sangat berpengaruh terhadap usaha. Strategi audit pemasaran dilakukan 3-5 tahun, sedangkan audit produktivitas pemasaran (marketing productivity audit) harus lebih sering dilakukan, misalnya setiap tahun sekali.

Suatu audit pemasaran yang komprehensif dan berskala penuh akan mencakup 6 bagian komponen, diantaranya adalah :

1. Audit lingkungan pemasaran (marketing environment audit) adalah audit terhadap lingkungan pemasaran, seperti saluran distribusi pemasok, konsumen dan lain-lain.
2. Audit strategi pemasaran (marketing strategic audit) adalah audit terhadap tujuan dan strategi pemasaran untuk melihat apakah sesuai dengan lingkungan pemasaran sekarang dan pada masa yang akan datang.
3. Audit organisasi pemasaran (marketing organization audit) yaitu, menilai kemampuan organisasi pemasaran dalam melakukan strategi pemasaran untuk masa depan.
4. Audit sistem pemasaran (marketing systems audit) yaitu audit terhadap kualitas sistem organisasi pemasaran.
5. Audit produktivitas pemasaran (marketing productivity audit) yaitu, menilai keuntungan berbagai kegiatan pemasaran, efektivitas biaya dan berbagai pengeluaran pemasaran.
6. Audit fungsi pemasaran (marketing functions audit) yaitu, menilai secara mendalam mengenai bauran pemasaran, yaitu produk, harga, distribusi, penjual, advertensi, promosi dan publisitas.

Seseorang yang melakukan audit pemasaran, disebut dengan auditor.

Seorang auditor setidaknya harus memiliki pengalaman, pengetahuan, dan imaginasi yang kreatif. Selain itu objektivitas terhadap sesuatu juga merupakan unsur penting yang harus dimiliki auditor. Terdapat 6 kemungkinan sumber auditor (possible source of auditors), diantaranya adalah :

1. “Self Audit”, yaitu eksekutif secara langsung sebagai incharge melaksanakan audit itu sendiri. Kelemahan “Self Audit” ini adalah kurang objektif (Lack of Objectivity)
2. “Audit From Across”, yaitu dilakukan oleh seorang eksekutif dalam suatu aktivitas yang berhubungan didalam peran fungsional yang sama. Misalnya, manajer pemasaran dari sebuah “sister company” dapat dipekerjakan untuk
melaksanakan audit pemasaran. Masalahnya adalah tersedianya (availability) orang demikian.

3. “Audit From Above”,yaitu audit pemasaran yang dapat dilaksanakan oleh manajer dari eksekutif. Sekali lagi, ia dapat mengalami kesulitan karena objektivitas.
4. “Company Auditing Office”. Karena perkembangan perusahaan yang cepat, beberapa perusahaan mengadakan suatu bagian audit tersendiri. Perusahaan memerlukan spesialis yang mempunyai pengetahuan pemasaran agar benar-benar efektif.
5. “Company Task Force Audit”. Suatu tim dibentuk untuk melaksanakan audit. Tim tersebut bubar setelah pekerjaan selesai.
6. “Outside Audit”. Terdapat banyak perusahaan konsultasi yang menawarkan jasa untuk melakukan audit terhadap pemasaran.

Dari uraian diatas dapat disimpulkan, audit pemasaran merupakan suatu peninjauan dan penilaian yang menyeluruh atas operasi pemasaran untuk membantu mengungkapkan masalah yang dihadapi manajemen pemasaran (seperti turunnya penjualan, moral penjualan yang kurang baik, dan lain-lain).
Audit pemsaran dapat dilakukan secara menyeluruh dengan melihat semua unsur
pemasaran (horizontal audit) dan dapat pula dilakukan hanya dengan melihat
beberapa elemen fungsional tertentu saja (vertical audit).

Auditor,”Self Audit” merupakan jenis auditor paling tidak efektif untuk digunakan, karena penilaian dari satu sisi saja akan mempengaruhi objektivitas, Sedang “Outside audit” memiliki peluang paling tinggi untuk menilai objektivitas perusahaan (bersifat impartial) serta lebih berpengalaman, akan tetapi biaya auditr akan lebih mahal. Sedangkan “Internal Audit Office” mungkin akan menghadapi masalah karena kekurangan keahlian khusus (lack of specialist skills).

Sehingga untuk menanggulangi permasalahan fluktuatif pemasaran, pengusaha dapat menggunakan jasa auditor, baik self auditor, atau menggunakan jenis auditor lain, hal yang paling memungkinkan dipilih adalah menyesuaikan
dengan kebutuhan perusahaan, sehingga pengusaha dapat menentukan mana yang terbaik untuk perusahannya sendiri.

Komentar