SUMENEP,┬álimadetik.com – M. Sucipto (34) yang merupakan warga Desa Pangarangan, Kecamatan Kota Sumenep, Jawa Timur, terpaksa harus berurusan dengan pihak kepolisian.

Pasalnya, pria ini diduga menyebar berita bohong atau hoaks melalui akun Facebook (FB) dengan akun atas nama M. Sucipto. Sehingga, dia ditangkap polisi pada Senin (8/7/2019) sekira Pukul 11.30 WIB.

Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti menjelaskan, modus operandi, tersangka mendapatkan berita bohong tersebut dari grup Whatsapp dengan nama grup Eksekulator. Kemudian tersangka dengan sengaja memposting berita tersebut melalui akun FB miliknya yang bernama M. Sucipto ke Grup Facebook yang bernama Sumenep baru.

“Tersangka memposting berita yang tanpa dasar dan fakta tersebut bertujuan agar semua orang bisa membaca postingannya,” katanya, Selasa (9/7/2019).

Dalam perkara ini, polisi mengamankan beberapa barang bukti (BB) yakni, 6 lembar hasil cetak pada akun Fb M Sucipto, 10 lembar hasil cetak pada aku. FB M. Sucipto, 1 unit HP merk Oppo type A71 warna hitam dan 1 buah Sim Card.

Ini adalah postingan tersangka yang memuat berita bohong:

1.Saya mohon dr relawan 02 ada yg mengambil sampling Surat suara dr beberapa daerah untuk di bawa ke Lab,krn kemungkinan besar racun ada di kertas suara Itu sebabnya knp kebanyakan yg meninggal orang yg ber-hari” Kerja menghitung surat-suara. Sedang yg hanya I hr di TPS mereka aman! Racun Syaraf VX (nama IUPAC: 0-ethyl S- 2 (diisopropylamino) ethyl methylphosphonothioate) merupakan senyawa golongan organofosfat yang sangat beracun. VX berupa cairan tidak berwarna dan tidak berbau yang mampu mengganggu sistem saraf tubuh dan digunakan sebagai racun saraf dalam perang kimia. Sepuluh milligram (0,00035 oz) cukup untuk membunuh manusia melalui kontak pada kulit, dan median dosis letal untuk jalur inhalasi diperkirakan sekitar 30-50 mg-min/m3. Sebagai sebuah senjata kimia, VX digolongkan sebagai senjata pemusnah massal (weapon of mass destruction, WMD) sesuai dengan Resolusi DK PBB 687. Produksi dan penyimpanan VX melebihi 100 gram (3,53 oz) per tahun dilarang oleh Konvensi Senjata Kimia 1993. Pengecualian hanya untuk “keperluan penelitian, medis, atau, farmasi di luar fasilitas skala kecil tunggal, jumlah yang diperbolehkan tidak melebihi 10 kilogram /22 lbl per tahun per fasilitas”.

2. Petugas kpps mati karna diracun! Masalah racun pki jaginya dari dulu pki suka menebrkan racun buat membunuh pribumi! Kita harus waspda,kenap pemerintah bungkam ya jelas karna mereka yg nyuruh dari golonganya dasar rezim pki!

“Tersangka melanggar Pasal 14 ayat (1) UU No. 1 Tahun 1946 dan atau Pasal 45 A ayat (1) Jo Pasal 28 ayat (1) UU No. 19 Tahun 2016 Tentang perubahan atas UU No.11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Ancaman hukuman maksimal 10 tahun (bukan 6 tahun),” tukas Widi. (hoki/dyt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here