Ilustrasi

SUMENEP, Limadetik.com – Selama ini ketika terjadi cuaca ekstrim, tidak bisa mengirim sembilan bahan pokok (sembako) ke kepulauan Sumenep, Jawa Timur. Akibatnya, stok berkurang dan harga kebutuhan hidup otomatis melonjak.

Persoalan tersebut sudah menjadi langgaran masyarakat kepulauan. Namun, hingga kini belum ada solusi yang ditawarkan pemerintah daerah. Seakan persoalan itu dibiarkan begita saja.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Komisi II DPRD Sumenep, Suharimo meminta agar pemerintah segera pembangunan gudang penyimpan sembako. Sembako yang disimpang di gudang baru bisa didistribusikan apabila stok sembako di toko-toko yang ada di pengecer mulai berkurang saat cuaca buruk.

Setiap tahun, menjelang puasa hingga lebaran, harga sembako di kepulauan naik. Keberadaan gudang penyediaan sembako dinilai menjadi solusi atas masalah tersebut.

“Jadi apa yang pernah direncanakan pemerintah harus segera terealisasi agar harga sembako bisa stabil, terutama pada momen puasa atau cuaca buruk. Saat sembako tidak bisa dikirim dari daratan, harga otomatis melonjak. Tetapi meskipun sudah sering terjadi setiap tahun tetap saja tidak ada antisiasi program dari pemerintah,” kata Suharinomo, Senin (24/9/2018).

Bahkan isu akan dibagunannya gudang sembako sempat mencuat ke permukaan. Mencuatnya rencana pembangunan gudang penyediaan sembako di wilayah kepulauan sempat membuat masyarakat tersenyum. Sebab hal itu menjadi solusi melonjaknya harga dan kelangkaan sembako di kepulauan.

“Gudang sembako juga akan menjaga stabilitas stok sembako di kepulauan. Sehingga ketika stok terjaga walaupun permintaan naik, maka melonjaknya harga masih bisa diminimalisir. Namun hingga saat ini juga belum terealisasi,” ucapnya.

Menurut Politisi PAN, pemerintah harus melakukan berbagai antisipasi untuk menjaga ketersediaan sembako dan menekan melambungnya harga. Pemerintah idealnya meyiapkan berbagai program untuk mengantisipasi melonjaknya harga dan demi menjaga ketersediaan sembako.

“Pasti setiap tahun terulang hal-hal seperti ini. Kalau memang sudah pasti terjadi setiap tahun, harusnya sudah ada antisipasinya. Bisa juga dengan operasi pasar dengan melibatkan pihak Bulog. Kalau di kepulauan gudang itu, tetap menjadi salah satu”, katanya dengan yakin.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumenep, Saiful Bahri, untuk membangun gudang sembako membutuhkan kajian matang. Sebab kebutuhan masyarakat kepulauan bukan hanya sembako.

“Mereka juga butuh ketersediaan elpiji dan bahan bakar minyak (BBM) yang memadai.Tentunya dibutuhkan kajian sebelum merealisasikan gudang penyimpanan sembako di kepulauan. Apalagi, kebutuhan masyarakat kepulauan tidak hanya soal sembako, tapi juga kebutuhan lainnya, seperti elpiji dan BBM,” tukasnya. (hoki/rud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here