SUMENEP, Limadetik.com – Sejak sepekan terakhir elpigi ukuran 3 kg di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur mulai langka. Hal itu karena tingginya kebutuhan pada saat hari raya Idhul Fitri 1439 H.
Langkanya elpigi langsung dimanfaatkan oleh para pedagang. Mereka kompak menaikkan harga elpigi ukuran 3 kg.
Harga elpiji ukuran 3 kilogram di Desa Marengan, Kecamatan Kota mencapai Rp20 ribu per tabung dan di Kecamatan Pasongsongan mencapai Rp25 ribu per tabung.
“Tingginya harga elpigi ukuran 3 kilo gram ini terjadi sejak sebelum Idul Fitri hingga sekarang,” kata salah seorang pengecer elpigi asal Kecamatan Pasongsongan, Ahmad, Senin (18/6/2018).
Menurutnya, tepaksa menaikkan harga barang bersubsidi itu disebabka langka. Para pengecer susah mencari elpigi melon tersebut karena tidak ada pengiriman dari pangkalan.
“Kami ditingkat pengecer sangat kesulitan mencari elpigi. Meski harganya tinggi, tapi stoknya terbatas, bahkan bisa dibilang tidak ada,” terangnya.
Ia berharap, pemerintah daerah harus secepatnya turun tangan dalam hal ini. Sebab, elpigi beraubsidi saat ini sangat dibutuhkan, karena ketergantungan masyarakat terhadap gas bertabung melon tersebut sudah tinggi.
“Kami berharap, tingginya harga elpiji ini jangan sampai membuat masyarakat terjepit secara ekonomi. Di daratan saja harganya sudah tinggi, apalagi diwilayah kepulauan,” tegasnya. (hoki/yd)