Scroll Untuk Membaca Artikel
Artikel

Evolusi Kecanggihan Teknologi Informasi Terhadap Kapabilitas Intelegensi Mahasiswa

×

Evolusi Kecanggihan Teknologi Informasi Terhadap Kapabilitas Intelegensi Mahasiswa

Sebarkan artikel ini
Evolusi Kecanggihan Teknologi Informasi Terhadap Kapabilitas Intelegensi Mahasiswa
Noris Soleh

Evolusi Kecanggihan Teknologi Informasi Terhadap Kapabilitas Intelegensi Mahasiswa

Oleh : Noris Soleh
Mahasiswa Institut Agama Islam Al Khairat Pamekasan

_______________________

GESER KE ATAS
SPACE IKLAN

ARTIKEL – Banyak hal dalam hidup telah berubah secara signifikan sejak munculnya era digital, tidak terkecuali pendidikan tinggi. Sifat maju dari teknologi digital telah menghadirkan kemungkinan dan kesulitan baru bagi siswa dalam upaya meningkatkan literasi mereka. Perolehan keterampilan literasi, yang mencakup kemampuan membaca, menulis, dan memahami informasi secara kritis, sangat penting bagi siswa untuk menjamin pencapaian akademis dan profesional mereka di masa depan.

Di satu sisi, meningkatnya kecanggihan digital membuat informasi dan sumber daya pendidikan semakin mudah diakses. Mahasiswa cukup mengakses jurnal online, e-book, dan bahan referensi lainnya dengan menggunakan platform digital. Selain itu, kerjasama dan pertukaran informasi secara real-time antara pelajar dan spesialis dalam mata pelajaran tertentu dimungkinkan oleh teknologi digital. Ferreira, (Serpa, S. 2020).

Hal ini dapat mendorong pertukaran ide dan memperdalam pemahaman, yang keduanya baik untuk pengembangan literasi siswa.
Namun, kecanggihan digital juga memiliki kelemahan. Siswa mungkin merasa kesulitan untuk beralih dan mendistribusikan informasi yang akurat dan relevan karena banyaknya data yang tersedia di era digital (Hakkı Temiztürk 2022). Selain itu, jika siswa tidak berhati-hati saat menggunakan alat tulis digital seperti pemeriksa tata bahasa dan penyedia konten otomatis, kemampuan mereka dalam literasi dasar juga dapat menurun.

Selain itu, kemajuan teknologi baru seperti pembelajaran mesin dan kecerdasan buatan (AI) memberikan peluang baru bagi siswa untuk menerima masukan cepat dan menyesuaikan pendidikan mereka. Namun, ketergantungan yang berlebihan pada teknologi analitis juga dapat mengurangi kapasitas pemikiran mendalam dan kritis yang diperlukan untuk literasi akademik.

Oleh karena itu, penting untuk memahami bagaimana kemampuan membaca siswa dapat ditantang atau ditingkatkan oleh kompleksitas digital. Memahami dinamika ini dapat membantu institusi pendidikan tinggi menciptakan metode yang secara efektif membantu pengembangan literasi siswa saat menggunakan teknologi digital dan menghadapi tantangan baru.

PELUANG dan TANTANGAN

A. Peluang
Kecanggihan digital memberikan peluang besar bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan literasi mereka melalui berbagai cara. Beberapa peluang yang ditawarkan antara lain:

Akses Informasi Luas: Hal ini memungkinkan siswa untuk mengakses berbagai sumber informasi internasional yang mendorong pembelajaran dan pembelajaran, termasuk database akademik, e-book, dan jurnal online. Siswa dapat bekerja sama dan bertukar informasi di luar itu.

Teknologi digital mempermudah kolaborasi dan berbagi pengetahuan secara real-time dengan instruktur dan pakar, sehingga meningkatkan pemahaman dan mendorong berbagi ide (Bhatt, I., & MacKenzie, A. 2019). Selain itu, pembelajaran yang disesuaikan Pembelajaran yang disesuaikan dengan preferensi, minat, dan keterampilan belajar seseorang dimungkinkan oleh AI dan pembelajaran mesin, yang meningkatkan kemanjuran pembelajaran.

Mengotomatiskan operasi berulang adalah langkah penting lainnya dalam proses ini. Tugas yang berulang-ulang diotomatisasi melalui digitalisasi, memberikan siswa lebih banyak waktu untuk berkonsentrasi pada komponen penting peningkatan literasi (Kenton, J., & Blanco, J. 2020).

Siswa yang memperoleh keterampilan digital yang relevan menjadi lebih kompetitif di dunia kerja modern dengan mempelajari keterampilan digital termasuk pemrograman, analisis data, dan manajemen informasi. Namun penting juga bagi anak-anak untuk terus mengasah keterampilan literasi konvensional seperti menulis, membaca kritis, dan berpikir analitis. Mereka juga harus belajar bagaimana menggunakan teknologi digital secara bijaksana. Oleh karena itu, kompleksitas teknologi dapat memberikan peluang besar untuk meningkatkan kemampuan literasi Tantangan

B. Tantangan
Kecanggihan digital tidak hanya membawa peluang, tetapi juga tantangan bagi literasi mahasiswa.

Mahasiswa harus menyaring dan menyampaikan kualitas, keakuratan, dan relevansi materi yang mereka temukan, meskipun akses yang ditawarkan teknologi digital sangat luas. Banjirnya informasi di dunia internet dapat membingungkan dan menyulitkan untuk mengidentifikasi sumber yang dapat dipercaya (Kenton, J., & Blanco, J. 2020).

Siswa dapat menjadi teralihkan dan kehilangan perhatian selama pembelajaran karena kecanggihan teknologi digital dan mudahnya akses informasi. Media sosial, materi hiburan, dan peringatan terus-menerus dapat mengganggu fokus dan menghambat perkembangan literasi mendalam.

Kita semua perlu menyadari bahwa, jika siswa gagal menggunakan sumber daya ini secara bertanggung jawab dan etis, kemudahan akses terhadap materi dan alat tulis digital dapat meningkatkan risiko plagiarisme. Hal ini melemahkan pengembangan keterampilan literasi yang sesungguhnya dan membahayakan kejujuran akademis.

Selain itu, ketergantungan yang berlebihan pada alat-alat digital seperti pemeriksa tata bahasa dan penyedia konten otomatis dapat mengganggu kemampuan siswa untuk menulis, membaca, dan menganalisis teks secara kritis, serta kemampuan literasi mendasar lainnya (Ahmadi, D., & Reza, M. 2018).

Siswa yang memiliki akses yang tidak setara terhadap teknologi digital mungkin memiliki kesenjangan literasi yang lebih besar dibandingkan mereka yang tidak memiliki akses terhadap teknologi digital. Hal ini dapat menyebabkan kesenjangan dalam kesempatan belajar dan pengembangan keterampilan. Selain itu, penting bagi kita untuk memahami bagaimana, jika tidak diatur dengan benar, meningkatnya penggunaan teknologi digital dapat menyebabkan pelanggaran privasi data dan keamanan siber.

Siswa harus memahami bahaya ini dan bagaimana menjaga data pribadi mereka.
Meski demikian, kecanggihan digital memberikan prospek yang sangat baik bagi literasi mahasiswa meskipun terdapat kendala-kendala tersebut, asalkan dimanfaatkan secara bijaksana dan didukung oleh pengawasan dan pendampingan yang tepat dari institusi pendidikan tinggi.

BENAG MERAH
Kemajuan teknologi digital telah mengubah pendidikan tinggi secara mendasar, sehingga menimbulkan tantangan literasi baru bagi siswa. Meskipun kemajuan digital memberikan lebih banyak akses terhadap informasi dan meningkatkan kemungkinan pembelajaran, kemajuan tersebut juga membawa sejumlah kendala yang harus diatasi. Salah satu permasalahan terbesarnya adalah banyaknya informasi yang tersedia di era digital, yang dapat menyulitkan siswa untuk menjalani semuanya dan membagikan materi yang relevan dan benar. Selain itu, pengembangan literasi mendalam mungkin terhambat oleh masalah perhatian dan fokus yang terkait dengan gangguan digital.

Masalah integritas akademik dan meningkatnya bahaya plagiarisme juga merupakan tantangan yang sama besarnya. Jika tidak ditangani dengan hati-hati dan bijaksana, kemudahan akses terhadap materi dan ketersediaan alat tulis digital dapat mendorong plagiarisme. Namun, ketergantungan yang berlebihan pada teknologi digital dapat melemahkan kemampuan dasar literasi siswa, termasuk kemampuan mereka untuk menulis, membaca, dan menganalisis informasi secara kritis.

Hal ini dapat menghambat tumbuhnya literasi menyeluruh dan murni. Akses yang tidak adil terhadap teknologi digital dapat memperburuk perbedaan literasi antara mereka yang memiliki dan tidak memilikinya, sehingga menjadikan kesenjangan digital sebagai masalah tersendiri. Hal ini dapat menyebabkan kesenjangan dalam kesempatan belajar dan pengembangan keterampilan.

Dan yang terakhir, jika teknologi digital tidak terkontrol dengan baik, terdapat bahaya terhadap keamanan data dan privasi akibat penggunaannya secara luas. Siswa harus memahami bahaya ini dan bagaimana menjaga data pribadi mereka.

Oleh karena itu, institusi pendidikan tinggi harus membuat rencana yang tepat untuk menggabungkan perolehan keterampilan literasi kritis siswa dengan kecerdasan digital untuk mengatasi hambatan-hambatan ini. Untuk menjamin bahwa kecanggihan digital benar-benar dapat menjadi peluang untuk meningkatkan literasi siswa dan bukan sebaliknya, diperlukan pendekatan yang seimbang dan pengawasan yang tepat.

Santri Gen-Z
Artikel

Santri Gen-Z Oleh: Noris Soleh Kang Santri Nusantara…

× How can I help you?