Sosbud

Gubernur Khofifah: Pemasangan CCTV akan Menjadi Upaya untuk Preventif

×

Gubernur Khofifah: Pemasangan CCTV akan Menjadi Upaya untuk Preventif

Sebarkan artikel ini
1550402462030

SURABAYA, Lumadetik.com — Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menegaskan pemasangan CCTV di sepanjang areal sungai berantas sebagai salah satu upaya pemerintah untuk memberikan edukasi pada masyarakat terkait menumpuknya sampah popok.

Hal itu ditegaskan Ketua PP Muslumat NU yang sekarang memimpin Jawa Timur ini disela-sela dirinya bersama para pejabat Provinsi Jawa Timur menyusuri sungai berantas, dimana menurutnya konsumsi popok di Jatim sangat tinggi berdasarkan data BPS.

Baca ini juga : Temukan Banyak Sampah Popok di Sungai Berantas, Gubernur Jatim: Kita Segera Pasang CCTV

“Data BPS mengatakan konsumsi popok di Jawa Timur per hari menurut data BPS tahun 2017 sekitar 3,2 juta. Dihitung dari jumlah balita umur 0-3 tahun sebanyak 800 ribu anak yang rata- rata perhari menggunakan 4 popok. Nah 1,2 juta dari jumlah itu sampahnya dibuang masyarakat ke sungai, ini dampaknya kompleks,” tegas Khofifah.

Pertama dampak pada keanekaragaman sungai, bisa merusak habitat ikan. Di DAS Brantas dalam setahun terakhir ada empat kali ikan mati massal.

Dan saat ikan itu diteliti, ada kandungan plastik di lambungnya, serta ikannya mengalami intersex atau dua kelamin. Jika ikan ini dimakan oleh masyarakat, maka juga akan membahayakan bagi yang mengonsumsi.

Untuk itu, Khofifah menegaskan harus ada langkah yang komprehensif. Pemasangan CCTV akan menjadi upaya untuk preventif.

“Nah untuk perusahaan produsen popok, kita akan ambil komitmen baru dengan pabrik yang bisa memastikan bahwa akan ada pembersihan yang secara reguler dan terukur dilakukan oleh mereka,” kata Khofifah.

Lebih lanjut, ke depan Khofifah akan rutin turun ke sungai bersama Wagub Emil Dardak. Dengan harapan gerakan bersih-bersih sungai itu bisa menjadi gerakan yang masif di Jawa Timur.

“Besok kita akan kerahkan alat berat untuk bersihkan sampah di aliran sungai,” tegasnya.

Sebar Relawan Jogo Kali
Dalam rangkaian kegiatan Adopsi Sungai Brantas pagi ini, juga diluncurkan kelompok Relawan Jogo Kali. Relawan Jogo Kali ini, kata Gubernur Khofifah, akan diturunkan di banyak wilayah. Misalnya Tulungagung, Kediri dan juga Malang.

Mereka akan mengajak masyarakat untuk semangat membersihkan dan menjaga sungak. Sehingga, kecintaan dan kesadaran menjaga kali harus terus dibangun, ditingkatkan, dan diingatkan bersama-sama.

“Iman itu bisa bertambah kuat, kadang menurun. Jadi sama seperti semangat kita. Mari bersama-sama, kita berkomitmen menjaga kebersihan sungai kita,” pungkas Gubernur Khofifah.

Di sisi lain, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Prov Jatim, Diah Susilowati mengatakan, gerakan ini bertujuan untuk menyadarkan masyarakat agar mengembalikan fungsi sungai, melalui program Adopsi Sungai Brantas. Tujuannya, untuk mengurangi sampah, dan mengedukasi masyarakat pentingnya menjaga sungai Brantas.

“Gagasannya adalah untuk stop membuang popok sekali pakai di sungai, sekaligus mengelola sampah agar sehat dan bernilai,” jelasnya sembari menambahkan, sampah bisa memiliki manfaat yang besar dan produktivitas jika dikelola dengan baik dan benar.

Pentingnya gerakan ini, lanjut Diah, karena Sungai Brantas adalah sungai prioritas di Jatim untuk keperluan konsumsi air PDAM. Namun, saat menyusuri sungai tersebut, ternyata masih banyak sampah yang ditemui di sepanjang aliran sungai, khususnya sampah popok.

Usai memberikan sambutan, Gubernur Khofifah membagikan 33 drop box kepada 26 kelurahan di 3 Kecamatan Jambangan, penebaran 50 ribu benih Ikan Wader, yang terdiri dari 25 ribu benih Wader Pari dan 25 ribu benih Wader Cakung, dan penanaman 100 bibit pohon kelengkeng, dan 50 bibit pohon mangga.

Gubernur Khofifah juga berkesempatan menyerahan secara simbolis 6 dropbox pempers kepada warga Jambangan, 100 sembako, dan santunan kepada 7 orang perwakilan keluarga korban perahu terbalik yang terjadi pada tahun 2018, masing-masing sebesar Rp. 5 juta.

Hadir dalam kesempatan ini, Sekdaprov Jatim, Heru Tjahjono, pimpinan BUMN dan BUMD, beberapa kepala OPD di lingkup Pemprov Jatim, perwakilan Pemkot Surabaya, Pemkab Gresik, para relawan Jogo Kali, para wartawan dari berbagai media, dan warga sekitar. (fz/yd)