Gus Ipul Wakil Gubernur Jawa Timur

SAMPANG, Limadetik.com – Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyempatka diri untuk menghadiri tahlilan malam kelima wafatnya Achmad Budi Cahyanto, seorang guru yang meninggal akibat dianiaya muridnya, ditorjun Kabuapten Sampang.kehadiran Gus Ipul ditengah keluarga korban merupakan support khusus nya bagi keluarga Almarhum Guru Budi.

Dalam sambutan Ta’ziyah Gus Ipul menyampaikan duka yang amat dalam atas wafatnya almarhum Guru Budi dan menyebutnya wafat fii sabilillah atau berjuang di jalan Aallah SWT. Gus Ipul menuju ke Sampang madura setelah dari ploso Kediri menghadiri Kebulatan Tekad para Kiai sepuh di Pondok-Pesantren Lirboyo Kediri pada hari Selasa,(6/2/2018) dan selanjutnya menuju madura sampang dengan perjalanan kurang lebih 5 Jam.

Kehadiran Gus Ipul ke kediaman almarhum, ditemani istrinya, Ummu Fatma Saifulllah. nampak hadir pula Nyai Juwairiyah, istri alm KH RA Fawaid As’ad, pimpinan Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo Situbondo dan beberapa Kiai Sampang dan Bangkalan,Madura Jawa Timur.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Jawa Timur ini mengaku terkejut sebab peristiwa ini terjadi di lembaga pendidikan. Kekerasan yang akhirnya merenggut nyawa guru tidak tetap (GTT) di SMA itu, menurut Gus Ipul, merupakan musibah yang disayangkan semua pihak.

“Saya benar benar tidak menyangka ini terjadi di tengah-tengah lembaga pendidikan kita. Insyaallah almarhum fii sabilillah berada di jalan Allah karena telah berjuang menyebar ilmu pengetahuan. Prestasi almarhum juga membanggakan karena pernah jadi pemenang lomba lukis tingkat nasional,” kata Gus Ipul.

Menurut Calon Gubernur Jaawa Timur ini. Masyarakat madura sebenarnya adalah masyarakat menjunjung tinggi nilai-nilai yang luhur, yang sampai saat ini memegang 3 falsafah kehidupan yaitu,pertama menghormati orang tua kedua para guru dan ketiga ketaatan pada raja atau pemerintah,lanjut Gus Ipul jadi ketiganya itu adalah pusaka kehidupan masyarakat madura.

Gus Ipul sempat tidak percaya saat mendengar kabar beredar ada aksi kekerasan dan penganiayaan seorang peserta didik terhadap seorang guru di Sampang Madura,dan bukan dirinya yang tidak percaya bahkan orang banyak tidak yaqin akan hal itu,”Kenapa saya tidak yaqin dan langsung percaya,sebab penghormatan orang Madura kepada guru itu menempati urutan kedua setelah orang tua,” tutur Gus Ipul.

Kedepan nya Gus Ipul berharap perlunya ada langkah yang lebih serius dan terukur agar kejadian yang menghentak kesadaran masyarakat ini tidak terulang kembali. “Hal ini jangan dianggap sepele,Ini masalah serius. Karena sejatinya lembaga pendidikan tempat menanam rasa saling sayang bukan kekerasan,” harapnya.(bkr/zam/yd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here