https://limadetik.com/

Hardiknas di Tengah Pandemi dan Ramadan, Pemuda Harus Bangkit Melawan Covid-19

  • Bagikan
IMG 20200502 WA0004

SIDOARJO, Limadetik.com — Bulan Mei merupakan bulan yang spesial karena pada bulan ini ada beberapa hal yang bersamaan di bulan ini, yaitu musibah Covid-19, Puasa Ramadan, PSBB, Hardiknas, lebaran. Memang tidak semua itu diharapkan seperti wabah Covid-19 dan PSBB. Tapi hal ini harus di terima dan dilaksanakan dengan lapang dada.

Menurut Kades Desa Bligo, Kecamatan Candi, Kabipaten Sidoarjo, Ardi Suwardoyo S. E. menyampaikan, dengan adanya musibah corona yang merupakan virus yang tidak kelihatan dan mudah menular, yang menyebabkan mereka menderita, penyebarannya sangat cepat sekali sehingga dengan penyebaran virus yang cepat itu harus tetap di tangani.

https://limadetik.com/

“Apalagi ini di bulan puasa, di sisi lain masyarakat harus melaksanakan ibadah puasanya baik itu sholat tarawih, sholat Jumat yang pada mulanya dilarang adanya perubahan diperbolehkan di kampung-kampung yang penting protokol kesehatannya harus dilakukan, dan pada puasa tahun ini bersamaan dengan PSBB” katanya, Sabtu (2/5/2020).

Maka protokol kesehatan masyarakat tetap harus dilaksanakan di setiap kegiatan yang mendatangkan masyarakat supaya penyebaran virus corona bisa di putus mata rantainya supaya tidak menyebar kemana -19. Protokol yang berlaku seperti pakai masker, cuci tangan sebelum masuk ke Masjid, di tes suhu badan pakai termogun.

Di PSBB sendiri lanjut Ardy sapaan akrabnya berlaku jam malam mulai jam 21:00 sampai jam 04:00 masyarakat dilarang melakukan kegiatan terutama di jalan protokol, karena itu banyak masyarakat yang atas inisiatifnya sendiri memasang portal di ujung jalan kampung. Apabila ada orang luar yang mau masuk dan kiranya dianggap membawa virus tidak boleh masuk.

“Bersamaan dengan Hardiknas anak-anak sekolah sedang diliburkan karena tidak boleh berkumpul, tentunya dengan adanya Hardiknas tetap harus kita laksanakan tidak harus upacara tetapi makna dari Hardiknas itu sendiri artinya anak didik itu melakukan pembelajaran di rumah, masalahnya dengan pembelajaran di rumah sebagai orang tua merasa jenuh untuk mendidik anaknya di rumah. Dan anak-anak sendiri juga sudah jenuh, kapan corona bisa selesai sehingga bisa berkumpul kembali bersama teman-teman, belajar bersama, seharusnya kegiatan bertatap muka jadi tertunda” terangnya.

Sehingga tambah Kades Bligo dengan adanya musibah corona ini menjadi beban kita semua, perlu adanya kerjasama dari semua pihak dari pemerintah desa, aparat serta masyarakat untuk bisa memutus rantai dari penyebaran virus corona.

Sementara itu, M. Arif Setiawan ketua karang taruna Desa Bligo menjelaskan, pihak mereka sudah melakukan penyemprotan disinfektan di Desa Bligo secara menyeluruh, membagikan masker dan handsanitizer. Serta kita melakukan sosialisasi melalui poster atau banner bagaimana bahayanya Covid 19. Sedangkan untuk pelatihan secara langsung tidak kita lakukan karena akan mendatangkan masyarakat sedangkan kegiatan tidak diperbolehkan.

“Dan kami berharap virus corona ini segera selesai sehingga bisa hidup normal kembali seperti sedia kala dan pada Hardiknas ini kami dari karang taruna memberikan contoh kepada pemuda bahwa kita membantu untuk melawan Covid 19” tukasnya. (tnt/yd)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan