Identitas Misterius Terungkap, Korban Laka Maut di Sumenep Ternyata Pelajar 16 Tahun
LIMADETIK.COM, SUMENEP – Kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di Jalan Raya Kabupaten, Desa Gunggung, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep, tepatnya di KM 3 pada Sabtu (4/4/2026) sekitar pukul 03.00 WIB. Peristiwa tragis ini mengakibatkan seorang pelajar berusia 16 tahun meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP).
Korban diketahui bernama Tegar Rahmat Nor Muhammad, warga Desa Marengan Daya, Kecamatan Kota Sumenep. Identitas korban baru berhasil dipastikan oleh pihak kepolisian pada Senin (6/4/2026), setelah melalui serangkaian proses penyelidikan.
Kronologi Kejadian
Berdasarkan hasil penyelidikan, kecelakaan bermula saat korban mengendarai sepeda motor Yamaha Jupiter MX 135 bernomor polisi M 4174 VE dari arah timur ke barat. Diduga korban kurang konsentrasi saat berkendara, sehingga motor yang dikendarainya oleng dan menabrak tiang listrik di bahu jalan sebelah selatan.
Benturan keras tersebut menyebabkan korban mengalami luka fatal dan meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara kendaraan mengalami kerusakan material yang ditaksir sekitar Rp2 juta.
Proses Identifikasi
Petugas Satlantas Polres Sumenep sempat mengalami kesulitan dalam mengungkap identitas korban. Upaya identifikasi dilakukan melalui pengecekan nomor kendaraan, olah TKP, hingga pengambilan sidik jari.
Namun, identitas tidak langsung ditemukan karena kendaraan diketahui telah berpindah tangan dari pemilik sebelumnya yang telah meninggal dunia.
Polisi kemudian melanjutkan penyelidikan dengan melibatkan unit identifikasi Satreskrim, termasuk pengambilan sampel sidik jari dan pemeriksaan fisik korban di RSUD Sumenep. Meski sempat menemui kendala, identitas akhirnya terungkap setelah pihak keluarga datang ke rumah sakit pada Senin malam.
Keterangan Keluarga
Ayah korban, Akhmad Saleh, memastikan bahwa korban adalah anak kandungnya. Kepastian tersebut diperkuat dengan kecocokan ciri fisik, pakaian terakhir yang dikenakan, serta dokumen kendaraan seperti STNK dan BPKB.
Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menyatakan tidak akan menuntut pihak manapun, termasuk tidak melanjutkan proses hukum maupun klaim asuransi.
Penanganan Kepolisian
Petugas kepolisian telah melakukan serangkaian tindakan, mulai dari evakuasi korban, olah TKP, pemeriksaan saksi, hingga koordinasi lintas unit. Polisi juga sempat menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi, namun tidak menemukan jejak perjalanan korban sebelum kecelakaan terjadi.
Hingga saat ini, kasus kecelakaan tersebut dinyatakan sebagai laka tunggal yang disebabkan faktor kelalaian pengemudi.
