Peristiwa

Infus Berujung Luka, Pemuda Demokrasi Desak Tanggung Jawab Puskesmas Pasongsongan

×

Infus Berujung Luka, Pemuda Demokrasi Desak Tanggung Jawab Puskesmas Pasongsongan

Sebarkan artikel ini
Infus Berujung Luka, Pemuda Demokrasi Desak Tanggung Jawab Puskesmas Pasongsongan
Puskesmas Pasongsongan

Infus Berujung Luka, Pemuda Demokrasi Desak Tanggung Jawab Puskesmas Pasongsongan

LIMADETIK.COM, SUMENEP – Peristiwa medis yang menimpa seorang anak berinisial AA di Puskesmas Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, menuai kecaman keras dari Pemuda Demokrasi. Kasus luka serius pada tangan pasien anak usai pemasangan infus selama tiga hari dinilai sebagai bukti nyata lemahnya manajemen pelayanan kesehatan dan buruknya kontrol internal di tubuh Puskesmas Pasongsongan.

Pemuda Demokrasi menilai kejadian ini bukan persoalan sepele atau sekadar risiko medis biasa, melainkan bentuk kelalaian serius yang mengancam keselamatan pasien, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak.

Kejadian bermula pada Kamis malam, 28 Januari 2026 sekitar pukul 23.00 WIB, saat AA dibawa ke Puskesmas Pasongsongan dalam kondisi kejang dan demam tinggi. Tenaga kesehatan memasang infus di lengan kanan pasien.

Namun selama tiga hari perawatan, tangan pasien justru mengalami pembengkakan parah hingga melepuh, yang akhirnya berujung pada rujukan ke RSI Kalianget dan rekomendasi tindakan operasi ringan untuk mencegah infeksi.

Ironisnya, pihak keluarga mengaku telah berulang kali mempertanyakan kondisi tangan anak saat infus masih terpasang. Namun tenaga kesehatan justru menyepelekan keluhan tersebut dan menyatakan kondisi akan membaik dengan sendirinya. Fakta ini menunjukkan adanya sikap abai dan tidak responsif terhadap keluhan pasien.

Aktivis Pemuda Demokrasi, Asroful Maghfur, menegaskan bahwa kejadian ini adalah alarm keras atas buruknya mutu pelayanan kesehatan di tingkat puskesmas.

“Ini bukan hanya soal luka akibat infus, tapi soal nyawa dan keselamatan warga. Ketika keluarga sudah mengeluh dan tenaga medis justru mengabaikan, itu adalah bentuk kegagalan sistem pelayanan. Puskesmas Pasongsongan telah mempertaruhkan kepercayaan publik,” tegas Asroful Maghfur, Senin (9/2/2026).

Infus Berujung Luka, Pemuda Demokrasi Desak Tanggung Jawab Puskesmas Pasongsongan
Bukti luka yang dialami korban (disensor)

Ia menilai pernyataan pihak puskesmas yang menyebut tindakan telah sesuai SOP sebagai bentuk pembelaan normatif yang tidak menjawab substansi persoalan di lapangan.

“Kalau memang sesuai SOP, mengapa anak sampai harus menjalani operasi ringan di rumah sakit? SOP tidak boleh dijadikan tameng untuk menutupi kelalaian,” tambahnya.

Pemuda Demokrasi secara tegas mendesak Dinas Kesehatan P2KB Kabupaten Sumenep untuk segera melakukan audit menyeluruh, baik terhadap prosedur medis, kompetensi tenaga kesehatan, maupun sistem pengawasan internal di Puskesmas Pasongsongan.

Selain itu, Pemuda Demokrasi menuntut kepala Puskesmas Pasongsongan bertanggung jawab penuh atas kejadian ini, bukan sekadar memberikan klarifikasi normatif tanpa langkah konkret.

“Jika tidak ada tindakan tegas dari Dinas Kesehatan, maka kami menilai negara telah lalai melindungi hak dasar warga atas pelayanan kesehatan yang aman dan manusiawi. Ini preseden buruk dan tidak boleh dibiarkan,” ujar Asroful.

Pemuda Demokrasi menegaskan akan terus mengawal kasus ini dan membuka ruang tekanan publik yang lebih luas apabila tidak ada langkah serius dan transparan dari pihak terkait. Kejadian ini harus menjadi titik balik pembenahan pelayanan kesehatan, bukan ditutup dengan klarifikasi sepihak dan janji evaluasi semata.