Kapal Motor Kembang Kurma Tenggelam, Empat Awak Diduga Selamat dan Mengapung di Rakit
LIMADETIK.COM, SUMENEP – Kapal Motor (KM) Kembang Kurma dilaporkan tenggelam di perairan laut antara Bali dan Lombok. Hingga kini, empat awak kapal diduga selamat dan masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, KM Kembang Kurma berangkat dari Pelabuhan Boom, Banyuwangi, pada Selasa, 3 Februari 2026, sekitar pukul 20.00 WIB, dengan tujuan Sapeken/Pagerungan, Kabupaten Sumenep. Kapal tersebut diawaki oleh empat orang, yakni:
Nakhoda: Agus Ikramullah
Kepala Kamar Mesin (KKM): Moh. Yasir
Anak Buah Kapal (ABK): Supriyanto dan Abd. Rauf
Namun hingga Rabu, 4 Februari 2026 dini hari, kapal tersebut tak kunjung tiba di tujuan. Pihak mitra kapal di Sapeken kemudian menghubungi pihak di Banyuwangi dan menyampaikan bahwa keberadaan KM Kembang Kurma tidak diketahui.
Kekhawatiran semakin menguat pada Kamis malam, 5 Februari 2026, sekitar pukul 21.00 WIB, setelah salah satu keluarga di Pagerungan menerima panggilan telepon dari Supriyanto (Yanto), salah satu ABK KM Kembang Kurma.
Dalam komunikasi tersebut, Yanto mengabarkan bahwa KM Kembang Kurma telah tenggelam. Ia juga menyampaikan bahwa seluruh awak kapal berhasil menyelamatkan diri dengan menggunakan rakit darurat berbahan sterefoam.
“Para ABK menginformasikan posisi terakhir mereka berada di sekitar 15 mil laut di utara Pulau Lombok” kata Syamsul Bahri, anggota DPRD Sumenep asala Pulau Pagerungan Kecil, Kecamatan Sapeken, Minggu (8/2/2026).
Menurut Syamsul Bahri, informasi tersebut segera diteruskan kepada Basarnas Banyuwangi, yang langsung merespons dan mengoordinasikan pencarian dengan Basarnas Lombok.
“Pada malam yang sama, Basarnas Mataram mengonfirmasi telah menerima laporan adanya kapal tenggelam dengan empat survivor yang bertahan di atas rakit” ujar anggota DPRD dari PKS tersebut.
Pada Sabtu, 7 Januari 2026 dini hari, Kapal SAR 220 dikerahkan untuk melakukan operasi pencarian di lokasi terakhir yang diinformasikan. Pencarian dilakukan dengan menyisir perairan dari Bali Utara hingga Lombok Utara.
Hingga berita ini diturunkan, Kapal SAR 220 masih aktif melakukan pencarian, dibantu oleh kapal nelayan Sapeken Bersatu serta kapal SAR dari Sumbawa. Tim SAR gabungan terus berupaya memperluas area pencarian dengan mempertimbangkan arus dan kondisi cuaca di lokasi kejadian.
“Pihak keluarga awak kapal berharap proses pencarian segera membuahkan hasil dan seluruh kru KM Kembang Kurma dapat ditemukan dalam keadaan selamat. Sebagai warga kepulauan, kami saling menguatkan, dan mohon doanya untuk seluruh warga kepulauan” pungkasnya.












