Kapolres Bangkalan di Acara MRSF, Angka Kematian dalam Berlalu Lintas Diurutan Kelima Dunia

×

Kapolres Bangkalan di Acara MRSF, Angka Kematian dalam Berlalu Lintas Diurutan Kelima Dunia

Sebarkan artikel ini
20190310 154331

BANGKALAN, Limadetik.com — Kepolisian resort ,(Kapolres) Bangkalan, Jawa Timur AKBP Bobby Pa’ludun Tambunan sebut angka kematian dalam berlalu lintas ada diurultan kelima dunia. Hal ini disampaikannya saat melakukan kegiatan Millenial Road Safety Festival di Dtadion Gelora Bangkalan (SGB), Minggu (10/3/2019).

“Kita gelar acara MRSF ini atas dasar pernyataan Persrikatan Bangsa Bangsa (PBB, red) dan WHO yang menyebut peringkat kematian dalam berlalu lintas ada diurutan kelima dunia, jadi disinilah pesan penting buat kita semua” kata Bobby.

Menurut AKBP Bobby, walau penyakit jantung koroner, paru paru, diabetes dan TBC masih diatas angka kematian kecelakaan lalulintas, namun sudah sangat memprihatinkan.

“Saat ini memang kematian sebab kecelakaan saat berlalu lintas masih berada dI bawah penyakit Jantung koroner, paru paru, diabetes atau kencing manis dan juga TBC, namun saat ini kematian oleh sebab kecelakaan berlaly lintas harus segera diantisipasi” urai Kapolres asal Medan Sumatra Utara ini.

Dikatakannya, bahwa angka kecelakaan di tahun 2018 untuk Jawa Timur masih sangat tinggi mencapai 24.666 kejadian, korban meninggal dunia 5.257, kalau di buat rata-rata per hari ada 15 orang meninggal dunia karena kecelakaan lalu lintas.

“Itu sebabnya kami anak-anak harus diberi penyadaran dalam berlalu lintas, sebab kecelakaan lalulintas itu masih di dominasi anak muda atau kaum millenial, jadi kaum millenial ini harus tetap berhati hati dan patuhi rambu lalu lintas saat berkendara” tegasnya.

Kapolres yang tegas ini meminta kepada seluruh elemen masyarakat supaya melakukan kampanye keselamatan dalam berlalu lintas. Hal ini sangat diperlukan untuk menurunkan angka kecelakaan khususnya di kabupaten Bangkalan.

“Kegiatan ini kita gelar sebagai salah satu cara kita untuk mengkampanyekan keselamatan bagi kaum millenial. Mereka harus belajar sejak dini bagaimana cara berkenderaan yang tepat dan baik” pungkasnya. (ron/yd)