BANJARMASIN, Limadetik.com — Keberadaan jukung tak bisa dilepaskan dari masyarakat Banjar. Kondisi wilayah yang dihiasi banyak sungai dan rawa mendorong masyarakat menciptakan sebuah alat yang bisa menjembatani keperluan sehari-hari.

Jukung menjadi alat transportasi sekaligus wahana jual beli hasil bumi dan bahan pokok. Uniknya, dalam urusan perdagangan bahan pokok sehari-hari, jukung biasa digunakan oleh laki-laki dan perempuan.

Nah, Dalam rangka memperingati hari ulang tahun ke-27 Bhayangkara, Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan menggelar parade jukung yang dipusatkan di Sungai Martapura, Kota Banjarmasin. Parade jukung bertema merah putih ini berhasil memecahkan rekor dunia Museum Rekor Indonesia (MURI).

Rekor yang berhasil dipecahkan untuk pertama kalinya itu berupa parade jukung dengan membentuk membentuk sebuah formasi Merah Putih raksasa. Uniknya, dari 350 buah jukung yang memeriahkan gelaran tersebut, kesemuanya di dayung oleh para acil-acil (bibi) yang biasa berdagang pasar terapung Banjarmasin.

“Kita pilih jukung karena Kalimantan Selatan (Kalsel) khususnya Banjarmasin ini kota sungai, jadi kita ingin mengangkat budaya lokal masyarakat,” ujar Kapolda Kalimantan Selatan Brigjen Rahmat Mulyana, usai menerima piagam pemecahan rekor dari MURI, Minggu(1/7/2018).

Kapolda berharap, berharap dengan adanya kegiatan ini akan berdampak pada peningkatan kunjungan wisatawan di tanah Banua.

Hal ini didasarkan pada setiap pertengahan tahun yang biasanya low session atau titik rendah kunjungan wisatawan. Kalimantan, imbuh Rachmat dikelilingi aliran sungai, maka pihaknya bersama Pemerintah setempat sepakat untuk merintis dan memberdayakan paduan budaya masyarakat banjar yakni dengan korelasi yang berhubungan erat dengan destinasi wisata alam yaitu parade jukung ini.

Sementara itu, Wakil Direktur Museum Rekor Indonesia (MURI), Osmar Semesta Susilo, mengungkapkan bahwa kegiatan konfigurasi jukung ini belum pernah tercatat sebelumnya di MURI.

“Konfigurasi jukung sebanyak ini merupakan hal pertama yang terlaksana di Kalimantan Selatan,” ujar Osmar kepada awak media di Banjarmasin.

Tidak hanya pemecahan rekor MURI Parade Jukung, Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) juga menggelar kegiatan olahraga bersama di kawasan Menara Pandang Siring, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Acara ini diikuti sekitar 1.000 peserta gabungan antara anggota TNI, Polri, dan Masyarakat.

Acara gerak jalan santai mengitari kawasan Jalan Kapten Pierre Tendean, Kota Banjarmasin itu dimulai pukul 07.00 WITA, Minggu (1/7/2018). Seusai gerak jalan, acara berlanjut ke kegiatan senam bersama di area parkir Menara Pandang Siring. (Edoz/yd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here