KNMP Dapenda Jadi Titik Balik Ekonomi Pesisir, Menteri KKP dan Bupati Sumenep Turun Langsung Pastikan Dampaknya
LIMADETIK.COM, SUMENEP – Deru mesin perahu nelayan di Desa Dapenda, Kecamatan Batang-Batang, Selasa (3/2/2026), terasa berbeda dari biasanya. Di kampung yang dihuni 1.893 kepala keluarga itu, harapan baru tengah disemai lewat Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang digagas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono, bersama Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo turun langsung meninjau lokasi program yang diproyeksikan menjadi model penguatan ekonomi pesisir berbasis potensi laut.
Bupati Sumenep yang akrab disapa Cak Fauzi menegaskan, KNMP bukan sekadar proyek pembangunan fisik atau penataan kawasan permukiman nelayan. Lebih dari itu, program ini diarahkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah pesisir.
“Kawasan pesisir harus dikelola secara modern, produktif, dan berkelanjutan. Potensi laut kita sangat besar, dan ini harus berdampak nyata pada kesejahteraan masyarakat,” ujar Cak Fauzi.
Sebagai daerah kepulauan dengan sumber daya perikanan melimpah, Sumenep menjadikan sektor kelautan sebagai salah satu pilar utama pembangunan. Melalui KNMP, pemerintah daerah berharap nelayan tidak lagi hanya bergantung pada hasil tangkapan mentah, tetapi juga mampu mengembangkan pengolahan, pemasaran, hingga usaha kreatif berbasis perikanan.
“Kami ingin nilai tambah produk dinikmati langsung oleh masyarakat. Program ini harus benar-benar meningkatkan taraf hidup nelayan dan memperkuat ekonomi daerah,” tegasnya.
Di lokasi KNMP Desa Dapenda, sejumlah fasilitas pendukung telah dibangun. Menteri Sakti Wahyu Trenggono menyebutkan, di antaranya pabrik es portabel, kios pemasaran ikan, bengkel nelayan, serta sarana penunjang lain yang dirancang untuk meningkatkan produktivitas.
“Fasilitas ini penting untuk menjaga kualitas ikan agar harga jual tetap kompetitif. Kami tidak hanya fokus pada penangkapan, tetapi juga pengolahan dan pemasaran,” jelas Menteri Trenggono.
Ia juga membuka peluang koordinasi lanjutan dengan Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk mengkaji penambahan titik KNMP di wilayah lain. Mengingat karakter kepulauan Sumenep, potensi perikanan tangkap maupun budidaya dinilai sangat besar untuk dikembangkan.
Di Desa Dapenda sendiri, tercatat terdapat 31 perahu tradisional yang setiap hari melaut. Mayoritas warga menggantungkan hidup dari hasil laut. Kehadiran fasilitas seperti pabrik es yang lebih dekat dari permukiman kini mulai dirasakan manfaatnya.
Suryanto, salah satu nelayan setempat, mengaku terbantu dengan keberadaan fasilitas tersebut. “Sekarang lebih mudah mendapatkan es, jadi hasil tangkapan bisa lebih terjaga kualitasnya. Biaya juga lebih hemat,” ungkapnya.
Selain mendorong pertumbuhan ekonomi, Cak Fauzi juga mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian sumber daya laut. Ia mengajak masyarakat pesisir untuk memanfaatkan potensi laut secara bijak agar tetap berkelanjutan bagi generasi mendatang.
Dengan dukungan infrastruktur dan kolaborasi pemerintah pusat serta daerah, KNMP Dapenda diharapkan menjadi contoh transformasi kampung nelayan menuju kawasan yang lebih mandiri, produktif, dan sejahtera.












