Daerah

Mampu Menjaga Toleransi Beragama, Bupati Achmad Fauzi Dianugerahi Penghargaan oleh FKUB Sumenep

×

Mampu Menjaga Toleransi Beragama, Bupati Achmad Fauzi Dianugerahi Penghargaan oleh FKUB Sumenep

Sebarkan artikel ini
Mampu Menjaga Toleransi Beragama, Bupati Achmad Fauzi Dianugerahi Penghargaan oleh FKUB Sumenep
Bupati Sumenep Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, SH.MH didampingi tokoh lintas agama

Mampu Menjaga Toleransi Beragama, Bupati Achmad Fauzi Dianugerahi Penghargaan oleh FKUB Sumenep

LIMADETIK.COM, SUMENEP – Dinilai mampu menjaga dan meningkatkan toleransi dalam beragama, Bupati Sumenep Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, SH.MH dianugerahi sebuah penghargaan Tokoh Moderasi Beragama oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Pemberian penghargaan tokoh Moderasi Beragama itu karena Bupati Fauzi dinilai telah berhasil dalam menjaga kerukunan setiap pemeluk agama yang ada di Sumenep dengan penuh kerukunan dan ketentraman.

Penyerahan anugerah Tokoh Moderasi Beragama itu.diseeahkan secara langsung oleh Ketua FKUB Sumenep RKH. Achmad Qusairi kepada Bupati saat pagelaran seni dan budaya antar umat beragama, Senin (26/8/2024) malam.

Dalam kesempatan yang berlangsung di lapangan kesenian Sumenep itu, Bupati Achmad Fauzi mengatakan, menjaga kerukunan beragama sangat penting dalam membangun mental dan karakter diri untuk membentuk lingkungan yang tertib, rukun dan damai. Sehingga, akan semakin terasa kehidupan yang nyaman.

“Tentu kami menginginkan toleransi bergama membuat masyarakat hidup berdampingan dengan rukun meski berbeda-beda suku dan agamanya, demi mencegah terjadinya perpecahan antara individu maupun kelompok,” kata Bupati.

Menurut Bupati, kendati di Sumenep toleransi beragamanya sudah ada sejak dahulu, namun Bupati tetap mengharapkan seluruh elemen masyarakat agar bersama-sama tetap waspada, guna menjaga stabilitas dan kondusivitas daerah, selalu bergandengan tangan satu sama lain, walaupun berbeda agama, suku dan keyakinan.

“Kita semua tahu, moderasi beragama bagi semua agama tentu memiliki tujuan untuk saling berdamai, empati, dan saling menghargai setiap perbedaan keyakinan,” terangnya.

Dikatakan Bupati, Kabupaten Sumenep memiliki keberagaman suku, etnis, bahasa dan agama yang sudah terbiasa hidup berdampingan, salah satu contohnya adanya tiga tempat ibadah di satu desa yang melambangkan kuatnya toleransi beragama.

“Kita sudah semua tentunya sudah mengetahui, kalau di Desa Pabian ada tiga rumah ibadah berbeda yakni Masjid, Gereja dan Klenteng yang menunjukkan sebuah Kabupaten memiliki pesan perdamaian atau toleransi di antara kehidupan masyarakatnya, dan kita semua harus bangga dengan hal ini” pungkasnya.