PAMEKASAN, Limadetik.com – Bupati Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Baddrut Tamam mengajak kepada semua elemen masyarakat untuk taat dalam membayar pajak demi keberlangsungan pembangunan Indonesia yang diprediksi akan menjadi kekuatan ekonomi ketiga di dunia pada tahun 2045.
Demikian disampaikan Bupati saat dirinya menghadiri acara Tax Gathering program pengungkapan sukarela bukti bhakti Kepala Negeri oleh Kanwil DJP Jawa Timur II di Azana Hotel Jalan Jokotole, Sabtu (28/05/2022).
Menurut mas Tamam sapaan akrab bupati murah senyum itu, revolusi industri yang saat ini dihadapi bangsa Indonesia membutuhkan cara kerja berkebaruan agar bisa mengimbangi kemajuan tersebut.
“Kerja normal di era sekarang akan dikalahkan oleh mereka yang melakukan langkah strategis berkebaruan sesuai dengan tuntutan zaman,” ungkapnya, saat memberi sambutan.
Selain itu, Bupati mengatakan ada lima hal yang harus dihindari agar Indonesia mampu bersaing dengan negara maju di dunia, termasuk mempersiapkan diri menyongsong Indonesia emas tahun 2045 mendatang.
Diantaranya, narkoba, korupsi, ideologi transnasional, terorisme, serta penegakan hukum yang tidak berkeadilan.
Menurut mantan aktivis PMII Jatim tersebut, lima hal itu menjadi penghambat kemajuan Indonesia apabila tidak menjadi komitmen bersama untuk memberantasnya sesuai dengan perannya masing-masing.
“Saya memaknai narkoba ini bukan hal sederhana. Termasuk pula, korupsi ini bukan hal yang mudah untuk diberantas, tetapi perlu komitmen kita semua,” kata Bupati Baddrut Tamam.
Dia mengaku, Pemkab Pamekasan selama kepemimpinannya berkomitmen menjadikan kabupaten yang bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme sebagai upaya mendorong kemajuan Pamekasan dan Indonesia secara umum.
“Saya di Kabupaten Pamekasan berkomitmen pemerintahan bersih, melayani, cepat, dan inovatif, dan tidak melakukan dua hal. Pertama memastikan tidak boleh ada jual jabatan di kabupaten ini, kedua memastikan saya tidak ikut proyek apapun di kabupaten ini,” tandasnya.