Mayoritas TKI Ilegal Berasal Dari Kepulauan Sumenep

Ilustrasi TKI

SUMENEP, Limadetik.com – Persoalan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Pemerintah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur belum bisa diselesaikan. Buktinya, selama 2017 sebanyak 80 TKI  dideportasi dari Malaysia karena persoalan keimigrasian.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sumenep, Mohamad Fadillah mengatakan, dari jumlah itu, 80 persen berasal dari daerah kepulauan dan 20 persen berasal dari daerah daratan.

“TKI yang dideportasi mayoritas warga kepulauan,” katanya, Sabtu (9/12/2017).

Saat ini kata Fadillah masih banyak TKI ilegal yang di Malaysia. Bahkan diyakini ada sebagian yang sedang menjalani hukuman karena tidak mengantongi surat ijin tinggal dan kerja, tetapi sebagian hanya memiliki surat paket wisata.

“Banyak TKI ilegal itu tidak mengantongi surat apa pun, sehingga mereka ditangkap dan dipenjara. Nah, setelah keluar baru kemudian dideportasi ke Indonesia,” ujarnya.

Mantan Kepala Dinas Perhubungan melanjutkan, persoalan TKI ilegal berlangsung sejak puluhan tahun lalu. Mereka berangkat melalui jalur laut sehingga lepas dari pengawasan.

Kecenderungan masyarakat masuk Malaysia melalui jalur ilegal karena pengaruh calo yang hanya akan mengeruk keuntungan dari bisnis gelap distribusi TKI Ilegal ke Malaysia.

Padahal konsekwensinya, apabila melalui jalur ilegal lambat laun akan tertangkap dan dipenjara lalu dipulangkan paksa.

Hanya saja, menurut Fadillah 2017 angka TKI Ilegal yang dipulangkan alami penurunan dibandingkan tahun 2016. “Mengalami penurunan sekitar 5 persen,”imbuhnya. (hoki/rud)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here