Artikel

Melirik Pesan Cinta Rasulullah

×

Melirik Pesan Cinta Rasulullah

Sebarkan artikel ini
Melirik Pesan Cinta Rasulullah
Ilustrasi

Melirik Pesan Cinta Rasulullah

Oleh : Subliyanto
________________________________

Bismillah wal hamdulillah, was shalatu wassalamu ‘ala Rasulillah, la haula wa laquwwata illa billah. Waba’du ;

LIMADETIK.COM – Pesan pertama dan paling utama pada prolog tulisan ini adalah sebagaimana pesan Baginda Rasulullah SAW. yang beliau sampaikan berulang-ulang pada saat beliau berpidato, yaitu marilah kita senantiasa menguatkan iman kita kepada Allah SWT. yang mana bentuk implementasi dari keimanan yang dimaksud adalah bertakwa kepada Allah SWT. Dalam setiap aktivitas yang kita lakukan, apapun bentuk dan modelnya.

Karena takwa merupakan barometer dari kualitas masing-masing kita sebagai manusia. Sehingga sangatlah benar bahwa ; Allah SWT. Tidak melihat bentuk jisim dan warna kita. Namun Allah SWT. melihat hati kita. Makna hati yang dimaksud disini adalah kualitas ketakwaan kita kepada Allah SWT.

Kenapa yang disebutkan adalah hati ? Disebutkan bahwa ; karena pada diri manusia terdapat segumpal daging sebagai penentu baik tidaknya manusia yang jika hal itu baik maka baik pula seluruh jasadnya. Demikian juga sebaliknya, jika hal itu buruk maka buruk pula seluruh jasadnya. Daging yang dimaksud adalah hati.

Dan di hati itulah takwa bersemayam. “at-Taqwa hahuna” kata beliau Baginda Rasulullah Muhammad SAW. seraya menunjuk ke dada beliau, sebagai isyarah peran hati dalam diri manusia. Dan makna hati yang dimaksud pada pembahasan ini adalah niat. Yang artinya adalah segala sesuatu sangatlah bergantung kepada niat kita. Jika niat kita baik maka kebaikan yang akan kita peroleh. Dan apabila niat kita buruk maka yang kita peroleh sesuai dengan apa yang kita niatkan.

Selanjutnya, berbincang tentang bab takwa, terdapat dua bait kalimat menarik yang diwasiatkan oleh Rasulullah SAW. kepada kita. Disini penulis mengatakan menarik karena dua bait kalimat tersebut bagaikan warisan pensil dan penghapus sekaligus. Pensil merupakan alat menulis atau alat untuk berkarya dan menghasilkan karya.

Sementara penghapus merupakan alat untuk menghapus dan memperbaiki kesalahan dalam karya kita. Dua bait kalimat tersebut adalah ; “Bartkawalah kalian kepada Allah dimanapun engkau berada. Dan iringilah (hapuslah) kejelekan yang telah engkau kerjakan dengan kebaikan”.

Subhanallah, sungguh elok nan penuh cinta dan kasih sayang edukasi beliau Baginda Rasulullah Muhammad SAW. kepada kita. Maka sungguh beruntung kita menjadi ummatnya yang salah satunya mendapatkan warisan “Pensil dan Penghapus” dalam menjalani roda kehidupan kita. Pesan penuh cinta, santai, tidak mengandung unsur justifikasi “kamu baik kamu jelek” dll.

Pesan yang singkat dan penuh makna hikmah serta sangat ringan untuk kita kerjakan. Namun saking ringannya tidak semua dari kita dapat mencernanya dan menghayatinya. Ya sekali lagi saking ringannya. Padahal wasiat itu merupakan salah satu bukti bahwa beliau Baginda Rasulullah Muhammad SAW. mencintai kita dan sayang pada kita.

Semoga Allah SWT. senantiasa memberikan kekuatan kepada kita semua untuk bisa mencerna edukasi-edukasi yang lembut yang telah disampaikan oleh kekasihNya kepada kita semua. Sehingga kita dapat mengamalkannya dalam setiap lini kehidupan kita sehari-hari. Amin.

Washallahu ‘ala sayyidina Muhammad, wal hamdulillahi rabbal ‘alamin. Wallahu a’lam bis shawab [*]

Penulis merupakan pegiat literasi di Pamekasan.