Internasional

Parlemen Israel: Jangan Dikembalikan, Jasad Pejuang Palestina Buang ke Laut

×

Parlemen Israel: Jangan Dikembalikan, Jasad Pejuang Palestina Buang ke Laut

Sebarkan artikel ini
Yoav Kisch19222833 1844258995826560 3822183219495314170 o

TEL AVIV, Limadetik.com – Komite Urusan Internal Knesset membahas kebijakan untuk menolak mengembalikan jasad orang-orang Palestina yang dibunuh oleh pasukan Israel ke keluarga mereka untuk dimakamkan.

Otoritas Israel telah berulang kali menahan jasad orang-orang Palestina yang dibunuh atas dugaan penyerangan, sebagai bagian dari serangkaian tindakan hukuman kolektif yang juga mencakup pembongkaran rumah.

Middle East Monitor pada Kamis (08/02) melaporkan bahwa selama sidang komite, orang tua dari seorang tentara Israel yang tewas di wilayah pendudukan Yerusalem Timur pada Januari 2017 mengatakan bahwa ” Daripada memperdebatkan apakah akan menahan atau tidak menahan sebuah jasad, hanya ada satu solusi, yaitu membuatnya berada di Israel selamanya dengan melemparkannya ke dalam laut”.

Sementara itu, Ketua komite MK Yoav Kisch (Likud) mengatakan: “Teroris ini, yang mencoba menimbulkan kerugian, mereka harus diakhiri di tempat, kita tidak bisamenangani teroris seolah-olah kita berada di Swiss.”

Ia juga melanjutkan: “Apa yang dilakukan Amerika Serikat dengan Osama Bin Laden adalah contoh bagus sebuah negara yang melawan balik.”

Perdebatan tersebut menarik dukungan lintas partai untuk kebijakan menahan jasad-jasad orang-orang Palestina yang dibunuh Israel. MK Akram Hasoon (Kulanu) mengklaim bahwa pemakaman orang-orang Palestina yang dibunuh oleh pasukan Israel hanya akan menumbuhkan 10.000 orang baru yang anti-Israel”.

“Kita seharusnya tidak mengembalikan jasad-jasad itu. Kita seharusnya menghancurkan rumah-rumah,” katanya.

Sementara itu, MK Anat Berko (Likud) mengatakan kepada panitia: “Teroris yang membunuh kita layak mendapat penguburan layaknya keledai, pada malam hari, ketika tidak ada yang bisa melihat.”

Sementara MK Mickey Levy (Yesh Atid), mantan komandan Polisi Distrik Yerusalem, mengatakan dalam pertemuan Knesset itu, “Saya biasa mengembalikan mayat setelah satu tahun, di tengah malam, dan saya mengerahkan 700 petugas sehingga tidak ada yang lain selain kerabat dekat akan meninggalkan rumahnya.” (ARN)