Kepala BPBD Sumenep, R. Rahman Riadi

SUMENEP, limadetik.com – Pemadam api ringan yang ada di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur banyak yang layak pakai. Hal itu berdasarkan temuan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep.

Berdasarkan data BPBD Sumenep, ada sekitar 10 persen dari 125 alat pemadam ringan di sejumlah OPD yang layak pakai. Sisanya tidak layak.

“Ketersediaan alat pemadam api ringan merupakan sebuah standar baku yang harus dilaksanakan di setiap badan usaha maupun OPD. Karena itu nanti akan menjadi alat pertolongan pertama apabila terjadi kebakaran,” kata Kepala BPBD Sumenep, R. Rahman Riadi, Jum’at (30/11/2018).

Menurutnya, ketersediaan alat pemadam ringan merupakan amanat Permen PU Nomor 26 Tahun 2008, wajib hukumnya bagi aparatur sipil negara, termasuk bangunan negara harus memiliki apar dan menyediakan kualitas SDM yang memadai.

“Mestinya kalau badan usaha sudah berizin, maka harus memiliki alat pemadam ringan. Sebab, salah satu persyaratan dari BPBD biasanya seperti itu. Memang memiliki Damkar, cuma kadang untuk mengakses lokasi itu butuh waktu. Apabila nantinya ada kebakaran, maka langsung ada pencegahan,” tegasnya.

Dia berharap seluruh tempat usaha dan OPD hendaknya memiliki alat pemadam ringan. Sementara bagi pemukiman penduduk, menurut Rahman, paling tidak mempunyai pengetahuan pemadaman kebakaran yang baik.

“Dalam waktu dekat kami akan melakukan kordinasi dengan pak Sekda terkait pengadaan supaya dianggarkan di APBD Perubahan,” imbuhnya.(hoki/rud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here