SUMENEP, Limadetik.com – Di tengah pandemi covid-19 ini masyarakat desa karang tengah kecamatan Gayam Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur harus melihat sebuah kejadian yang janggal terkait sebuah proyek drainase yang di kerjakan di sebelah selatan balai Desa Karang Tengah Kecamatan Gayam.
Supariyadi, aktivis pemuda di Kecamatan Gayam mengatakan, fakta pekerjaan proyek drainase tersebut dikerjakan diduga tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) sehingga nampak ada yang kurang beres.
“Saya menduga pelaksanaan proyek drainase ini tidak sesuai dengan RAB. Kejanggalan yang ada salah satunya adalah pemasangan batu, seharusnya disini terlebih dahulu memakai olahan pasir dan semen teryata yang terjadi tidak dilakukan.atau tidak memakai semen dan pasir dulan seperti proyek drainase pada umumnya” kata Supriyadi, kepada media ini melalui telepon selulernya, Selasa (5/10/2021).
Menurut aktivis asal desa karang tengah Kecamatan Gayam itu, proyek drainase tersebut seakan di kerjakan sesuka hati. Tentu dirinya sebagai pemuda yang lahir di desa karang tengah sangat kecewa terhadap kinerja pemerintah desa setempat.

“Saya menilai pihak desa sebagai pengelola proyek drainase yang katanya didapat dari salah satu anggita DPRD ini telah melanggar asas-asas yang ujungnya mengarah pada korupsi” ungkapnya.
Lebih lanjut mantan aktivis HMI tersebut mengatakan, untuk selanjutnya pihaknya akan meminta tranparansi anggaran drainase tersebut, kalau perlu dia akan mengaawal tuntas proyek drainase tersebut.
“Kalau bukan kita siapa lagi kalau bukan sekarang kapan lagi. Jadi nanti saya akan kawal dan akan meminta transparansi anggaran pembangunan drainase ini, biar masyarakat kita semua tahu” tegasnya.
Supriyadi menambahkan, dirinya malah sudah mendapatakan bocoran dari salah satu pejabat di Desa Karang Tengah jika anggaran proyek tersebut ada pemotongan dari oknum-oknum tertentu.
“Kalau dari keterangan salah satu aparat desa yang ada, proyek draibase ini anggarannya ada pemotongan. Mungkin itu salah satu penyebab proyek dikerjakan asal-asalan” tukasnya.