SUMENEP, Limadetik.com — Banyak jalan desa di Pasongsongan masih belum diaspal. Padahal sarana jalan yang baik bisa meningkatkan taraf perekonomian masyarakat luas. Skala pengaspalan jalan mungkin hanya 45 persen dari jalan desa yang ada. Itu pun 15 persennya sudah berlubang dan perlu tambal sulam.
Jalan poros tengah yang melewati Dusun Sempong Barat, Sempong Timur dan Morasen tak mendapat perhatian selama lima tahun belakangan ini. Ini jadi aneh. Sebab jalan poros ini sangat ramai dilalui kendaraan, baik roda dua dan roda empat. Untunglah ada inisiatif seorang tokoh masyarakat setempat melakukan tambal sulam. Bukan dengan aspal, melainkan menggunakan campuran semen dan pasir.
Kesadaran tinggi masyarakat itu dapat dukungan dari beberapa pihak. Para pemuda Dusun Sempong Barat, Sempong Timur dan Morasen bahu-membahu melakukan kerja bakti. Sedangkan konsumsi dan rokok mereka dapatkan dari para pengendara yang lewat. Hasilnya jalan menjadi mulus.
Belakangan ini masyarakat punya harapan besar kepada Kepala Desa baru, Ahmad Saleh Harianto, S.Pt. Mereka tetap mendambakan sarana jalan desa yang bagus.
“Aspirasi mereka telah saya dengar dari beberapa tokoh masyarakat. Sarana dan prasarana yang belum bagus, kita akan memperbaikinya agar bermanfaat bagi semua pihak. Saya tidak akan berbicara muluk-muluk. Insya Allah dalam seratus hari kerja, kami bersama perangkat desa akan membuat manuver dalam hal pembangunan sarana dan prasarana itu,” janji Harianto kepada limadetik.com di kediamannya Dusun Lebak, Kamis (19/12/2019).
Baginya, tidak itikad untuk menganaktirikan satu dusun dengan dusun lainnya. Dia akan bersikap bijak dalam sebuah pengambilan keputusan apa pun.
“Ini perlu digaris-bawahi. Selama ini ada isu menggelinding di tengah warga kami, kalau saya akan memprioritaskan satu dusun pendukung saya ketika Pilkades kemarin. Ini isu menyesatkan. Tak terbersit di hati saya untuk pilih-pilih dalam proyek pembangunan. Mana yang lebih urgen dan sifatnya mendesak, maka itu harus dikedepankan,” tegas Harianto antusias.
Harianto yakin kalau isu itu tidak akan mempengaruhi mindset warga Desa Pasongsongan. Sebab mereka menaruh harapan besar padanya agar ada perubahan kebijakan pro rakyat. Kebijakan yang mampu membangun Pasongsongan lebih baik lagi. (Yant Kaiy/yd)