Daerah

Pemuda Asal Mojokerto Dikeroyok Orang Tak Dikenal, Hingga Telinganya Terputus

×

Pemuda Asal Mojokerto Dikeroyok Orang Tak Dikenal, Hingga Telinganya Terputus

Sebarkan artikel ini
pengeroyokan ilustrasi 120423183042 465
Ilustrasi

MOJOKERTO, Limadetik.com – Peristiwa kelam bagi Angger Pribadi Lukito (19). Pemuda asal Dusun Temugiring, Desa Batan Krajan, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto ini dikeroyok orang tak dikenal hingga telinga sebelah kiri putus.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto Kota AKP Ade Warokka membenarkan peristiwa pengeroyokan tersebut. “Benar, korban menjadi korban pengeroyokan oleh orang yang tak dikenal hingga telinganya putus terkena sabetan benda tajam,” ungkapnya, Jumat (21/6/2019).

Masih kata Kasat, pengeroyokan yang dialami korban terjadi pada, Rabu (5/6/2019) sekira pukul 01.30 WIB. Angger bersama temannya, Barizi Syafrudin dihubungi teman perempuannya, Risa. Risa mengajak korban bertemu di Jalan Raya Desa Batan Krajan, Kecamatan Gedeg.

“Teman perempuan mengajak bertemu korban di Jalan Raya Batan Krajan, setelah sampai di lokasi korban tiba-tiba dimarahi oleh si perempuan tanpa tahu sebabnya. Belum sampai menanyakan apa yang menjadi pemicu Risa marah, sekitar 10 orang datang ke lokasi,” katanya.

Nah, 10 orang tersebut datang dan langsung mengeroyok kedua korban. Salah satu pelaku ada yang menggunakan senjata tajam (sajam) berupa sabit dan mengenai telinga kiri korban. Mendapatkan pengeroyokan, kedua korban kemudian teriak dan meminta tolong warga sekitar.

“Beruntung ada warga yang mendengar dan mendatangi lokasi, namun puluhan orang tersebut berhasil kabur sebelum dilerai warga. Mereka diduga menaruh dendam terhadap korban lantas lari dengan membawa sepeda motornya, sementara korban Angger Pribadi Lukito terluka di telinga kiri,” jelasnya.

Telinga kiri korban putus akibat sabetan sabit saat aksi pengeroyokan terjadi. Angger Pribadi Lukito mengalami luka sobek pada bagian kepala dan leher bagian belakang serta luka pada telapak tangan kiri. Atas kejadian tersebut korban langsung dibawa ke RSUD RA Basoeni, Kecamatan Gedeg.

“Sampai saat ini, belum diketahui motif sekaligus para pelaku dibalik tindak pidana pengeroyokan yang mengakibatkan korban mengalami luka tersebut. Anggota masih melakukan penyelidikan,” tambahnya.

 

 

 

 

 

 


Sumber: beritajatim – tin/suf/dyt