Pemuda Hari Ini, Indonesia Esok Hari
Oleh: Noris Soleh
Mahasiswa Pascasarjana IAI Al-Khairat Pamekasan
LIMADETIK.COM – Dalam sejarah negara ini, kaum muda selalu memainkan peran penting. Generasi muda telah menjadi bagian dari setiap periode perubahan signifikan di Indonesia, dari gerakan nasional hingga kemerdekaan dan bahkan reformasi. Akibatnya, percakapan mengenai kaum muda mencakup masa kini dan masa depan Indonesia. Masa depan Indonesia akan dibentuk oleh tindakan kaum mudanya saat ini.
Di tengah kemajuan teknologi dan globalisasi yang pesat, kaum muda Indonesia menghadapi peluang dan kesulitan. Di satu sisi, akses luas terhadap informasi, jaringan internasional, dan kemungkinan kreatif yang tak terbatas dimungkinkan oleh inovasi digital.
Namun, penyebaran informasi yang cepat juga berpotensi merusak etika sosial, nilai-nilai nasional, dan pemikiran kritis. Selain menggunakan teknologi, kaum muda diharapkan menjadi pemikir yang bertanggung jawab dan kritis.
Pendidikan yang diperoleh kaum muda saat ini memiliki dampak signifikan terhadap kualitas mereka. Selain memberikan pengetahuan, pendidikan juga menumbuhkan pengembangan karakter, kesadaran sosial, dan semangat ketekunan. Kaum muda dengan pendidikan yang solid akan mampu berpikir kreatif, toleran, dan sadar akan isu-isu nasional.
Di sisi lain, generasi yang berbakat secara teknologi tetapi lemah secara moral hanya akan dihasilkan dari pendidikan yang mengabaikan nilai-nilai.
Selain pendidikan, karakter kaum muda sangat dipengaruhi oleh lingkungan sosial mereka. Kaum muda seringkali terpisah dari cita-cita kerja keras dan komitmen oleh budaya instan, dorongan popularitas, dan pragmatisme. Dalam konteks ini, kaum muda harus belajar bahwa prestasi individu terkait erat dengan kemajuan kelompok.
Hanya kaum muda yang berkomitmen kepada negara dan memiliki rasa tanggung jawab sosial yang mampu membangun Indonesia yang kuat.
Kaum muda adalah katalis perubahan di masa kini sekaligus pewaris masa depan. Salah satu cara nyata kaum muda berkontribusi kepada negara adalah dengan keterlibatan aktif mereka di sektor sosial, pendidikan, politik, dan ekonomi.
Sikap acuh tak acuh dan apatis hanya akan memberi ruang bagi perpecahan. Oleh karena itu, kaum muda harus memiliki keberanian untuk maju, membela apa yang benar, dan berpartisipasi dalam inisiatif untuk membuat keadaan menjadi lebih baik.
Pada akhirnya, kualitas generasi muda saat ini akan menentukan Indonesia di masa depan. Masa depan negara akan lebih baik jika generasi muda dibesarkan dengan integritas, kecerdasan, dan kasih sayang.
Di sisi lain, negara akan menghadapi masa depan yang genting jika kaum muda kehilangan tujuan dan moral mereka. Dengan demikian, membina generasi muda saat ini benar-benar membangun Indonesia untuk generasi mendatang.












