Nasional

Pengakuan Mantan Direktur Ops PT Sumekar Terkait KM Dharma Bahari Sumekar V

×

Pengakuan Mantan Direktur Ops PT Sumekar Terkait KM Dharma Bahari Sumekar V

Sebarkan artikel ini
Pengakuan Mantan Direktur Ops PT Sumekar Terkait KM Dharma Bahari Sumekar V
FOTO: Kasi Pidsus Kejari Sumenep, Dony Suryahadi Kusuma saat mendatangani berita acara penyitaan disaksikan Kasi Intel Kejari, Nova Bernadi dan mantan Dir Ops PT Sumekar, H. Ahmad Zainal

LIMADETIK.COM, SUMENEP – Kasus dugaan korupsi pembelian dua unit kapal oleh PT Sumekar yang dinilai telah merugikan negara sebesar Rp 9 miliar (hasil penyidikan) Kejari Sumenep, kini terus berkembang dari penetapan dua orang mantan pejabat BUMD (PT Sumekar) hingga penyitaan KM Dharma Bahari Sumekar V, sebagai barang bukti, Jumat (16/12/2022).

Dari penyitaan KM Dharma Bahari Sumekar V tersebut, ternyata ada pengakuan yang cukup mengejutkan mantan direktur oprasional (dir ops) PT Sumekar tahun 2019, H. Ahmad Zainal. Dalam pengakuannya ia menyebutkan tidak tahu sejak kapan kapal tongkang yang dibeli senilai Rp 1 milliar 800 juta itu berada di pengasingan Pulau Talango.

“Sejak kapan berada disini (Pantai Talango) saya tidak tahu” kata H. Zainal, Rabu 14 Desember 2022, saat penyitaan KM Dharma Bahari Sumekar V oleh Tim Penyidik Kejari Sumenep berlangsung.

Ditanya terkait kelengkapan surat-surat Kapal tongkang yang terbuat dari itu, Zainal juga beralibi tidak tahu. “Saya juga tidak tahu dimana surat-suratnya” ucapnya.

Tidak kalah mengejutkan, ketika Zainal mengaku dirinya jadi Direktur Oprasional PT Sumekar tahun 2019 silam hanya formalitas saja, karena tidak pernah banyak tahu prihal kapal tersebut.

“Saya sadar, kalau saya hanya sebagai formalitas saja saat jadi direktur di PT Sumekar” terangnya.

Sementara, Kepala Seksi Intelejen (Kasi Intel) Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep, Novan Bernadi yang sekaligus Ketua Tim Penyidik dalam kasus dugaan korupsi pembelian kapal oleh PT Sumekar menyebutkan, hingga saat ini nasih belum mendapatkan surat-surat kapal tongkang yang bernama KM Dharma Bahari Sumekar V.

Namun ia berjanji, akan terus mencari keberadaan kelengkapan surat-surat kapal tersebut, dan akan mengusut tuntas siapa saja yang terlibat dalam skandal pembelian dua kapal di Kabupaten timur pulau madura itu.

“Kami belum mendapatkannya (surat kapal, red). Dan tetap melakukan pencarian, termasuk mengembangkan siapa saja yang terlibat didalamnya” katanya saat itu.