Nasional

Penyuluhan Stunting dan Membantu Program Posyandu Abdimas Universitas Trunojoyo Madura

×

Penyuluhan Stunting dan Membantu Program Posyandu Abdimas Universitas Trunojoyo Madura

Sebarkan artikel ini
Penyuluhan Stunting dan Membantu Program Posyandu Abdimas Universitas Trunojoyo Madura
FOTO: Mahasiswa KKN-T UTM bersama Bidan Desa dalam penyuluhan stunting

LIMADETIK.COM. SUMENEP – Pengabdian Masyarakat (Abdimas) oleh kelompok 09 dari Universitas Trunojoyo Madura melakukan edukasi tentang pencegahan stunting dan ikut serta dalam membantu program Posyandu di Balai Desa Semaan, Kecamatan Dasuk, Kabupaten Sumenep, Kamis (5/1/2023).

Kegiatan abdimas ini bernama Penyuluhan Pencegahan Stunting dan Membantu Program Posyandu bersama bidan desa. Kegiatan ini berlangsung dari pukul 08.00 sampai pukul 11.00 Wib yang di bimbing oleh Ach. Dafid., S.T., M.T. selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).

Bidan Desa, Tirta mengatakan, keberadaan para mahasiswa KKN-T dari Universitas Trunojoyo Madura sangat mensupport kegiatan Posyandu di Desa Semaan.

“Disini teman-teman mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) membantu bidan desa mulai dari pengecekan berat badan dan tinggi badan pada balita” katanya, Jumat (6/1/2023).

Menurutnya, Pelaksanaan posyandu ini bertujuan untuk memantau tumbuh kembang balita sekaligus mengidentifikasi adanya gangguan pertumbuhan sejak dini. Oleh karena itu, diharapkan dapat meningkatkan kualitas kesehatan balita yang ada di Desa Semaan.

Posyandu ini diikuti oleh Dusun Kacceng dan Dusun Tengah. Ditengah-tengah pelaksanaan Posyandu ada penyuluhan dari bidan desa tentang pencegahan stunting.

“Semoga stunting pada tahun berikutnya semakin berkurang dan desa Semaan tidak menjadi locus stunting” kata Tirta Bidan Desa setempat.

Lebih lanjut ia berharap, kegiatan penyuluhan dan posyandu dapat membantuterus menekan keberadaan stunting di wilayah kerjanya, dan di Sumenep pada umumnya.

“Diharapkan setelah adanya penyuluhan tentang pencegahan stunting, bisa mengurangi masalah stunting yang berada di desa Semaan” tukasnya.