Anggota komisi II DPRD Sumenep, Bambang Prayogi

SUMENEP, Limadetik.com – Memasuki musim tanam 2017, sebagian petani di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi jenis urea.

Mereka mayoritas petani yang tidak tergabung dalam kelompol tani (Poktan). Sehingga tidak mudah untuk mendapat jatah pupuk yang proses penyalurannya melalui kios dan baru kemudian kekelompok tani.

Menanggapi hal itu, anggota komisi II DPRD Sumenep, Bambang Prayogi mengatakan kesuitan pupuk merupakan persoalan klasik. Itu terjadi pada petani yang tidak tergabung di Poktan.

“Maka dari itu, mulai tahun depan harus ada verifikasi kembali kepada petani. Sehingga petani harus masuk poktan untuk bisa mendapatkan kartu tani. Itu harus dilakukan oleh pemerintah daerah” desaknya.

Politisi PDI Perjuangan itu mengatakan, biasanya di bawah yang sangat sering kekurangan itu pupuk jenis Urea. Sebab, terkadang petani memberikan pupuk tidak sesuai takaran.

“Ya masalahnya petani memberikan pupuk itu diluar kadar aturan,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Sarpras Dinas Pertanian, Tananam Hortikultura dan Perkebunan (Dispertahorbun) Arif Firmato mengaku jika tahun ini pengadaan pupuk cukup. Sebab, pihaknya sudah mengusulkan dengan jumlah yang dianggap cukup untuk memenuhi kebutuhan petani, yakni 28.217 ton.

‚ÄúTahun ini jatah pupuk untuk petani Sumenep sebanyak 28.217 ton. Begitu juga tahun depan, kami usulkan dengan jumlah yang sama,”katanya. (hoki/rud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here