UA-110482044-1, G-W7VVX1GT8W

Pupuk Sekarat, Petani Melarat, MPR Madura Raya Demo Pemkab Sumenep

Pupuk Sekarat, Petani Melarat, MPR Madura Raya Demo Pemkab Sumenep
FOTO: Aktivis MPR Madura Raya saat menggelar aksi di depan Kantor Bupati Sumenep

LIMADETIK.COM, SUMENEP – Pupuk sekarat, petani melarat, begitulah suara lantang yang digaungkan aktivis Majelis Pemuda Revolusi (MPR) Madura Raya saat menggelar aksi demonstrasi ke Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur, Kamis (8/12/2022).

Ketua koordinator aksi, Hamidi menyamopaikan dalam orasinya, bahwa di saat pemerintah mendengung-dengungkan ketahanan pangan nasional dan mengajak generasi milenial untuk menjadi petani, namun petani justru acap kali dihantui oleh berbagai kesulitan, diantaranya adalah kesulitan mendapatkan pupuk dan harganya yang melambung tinggi.

“Ironinya, kelangkaan pupuk ini tidak hanya terjadi sekali, di tahun 2022 ini. Tetapi berulangkali terjadi di setiap petani kita mulai memasuki musim tanam padi. Begitu seterusnya. Sehingga petani berpotensi mengalami gagal panen, karena tanaman padinya tak produktif dan rusak. Dan ketahanan pangan hanya menjadi angan-angan” kata Hamidi.

Mirisnya lagi lanjut Hamidi, petani yang tergabung dalam kelompok tani pun juga mengalami kesulitan mendapatkan pupuk. Padahal menurut dia, pupuk bersubsidi itu turunnya ke kelompok tani.

Baca Juga :   Mendadak Seluruh PJU Polres Sumenep Berkumpul, Ternyata Ini yang Dilakukan

“Coba kita bayangkan, kalau petani yang tergabung ke kelompok tani saja sudah sulit, bagaimana dengan yang tidak tergabung dengan kelompok tani” tandasnya.

Maka hari ini, kata dia, Majelis Pemuda Revolusi (MPR) Madura Raya memilih melakukan Aksi Unjuk Rasa sebagai jalan menyampaikan segala gelisah dan keluh kesah petani yang sulit mendapatkan pupuk.

“MPR Madura Raya menilai, kelangkaan pupuk yang dialami petani di Kabupaten
Sumenep ini tidak hanya diakibatkan oleh terbatasnya produksi, tetapi pada proses
pendistribusiannya hingga ke lapisan yang paling bawah, yaitu ke Petani yang masuk RDKK” pintanya.

Maka Tim Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) lah lanjut Hanidi yang harus bertanggungjawab atas ini semua. Bahkan ia menilai, Tim KP3 ini mandul dalam melakukan pengawasan. Bahkan dengan lantang dia menyebutkan tim ini tidak bekerja.

Baca Juga :   Wujud Cinta Kepada Nabi Muhammad SAW, Himpass Gelar Maulid di Akhir Pekan

“Tuntutan kita hanya, pertama, Tim KP3 ini harus segera turun ke kios-kios dan ke petani yang tergabung kelompok tani yang masuk dalam RDKK, untuk memastikan
bahwa pupuk bersubsidi itu benar-benar terdistribusi ke mereka secara langsung” ungkapnya.

Dikatakan Hamidi, selama ini tim KP3 ini tak pernah turun langsung ke petani, sehingga tak pernah tahu bagaimana sulitnya petani mendapatkan pupuk.

“Jadi, kita tegaskan sekali lagi, hari ini MPR Madura Raya menuntut tim KP3 ini untuk turun ke petani, khususnya mereka yang tergabung dalam kelompok tani, supaya tahu bahwa ada banyak petani yang kesulitan mendapatkan pupuk” ujarnya.

Menemui para massa aksi, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Arif Firmanto, dan Kepala Dinas Koperasi dan Perdagangan (Diskoperindag), Chainur R, menyampaikan, bahwa kelangkaan pupuk itu karena memang jatah dari pemerintah, sebab saat dalam pengajuan kebutuhan pupuk tidak dipenuhi semua oleh Provinsi.

Baca Juga :   Pemkab Sumenep Lakukan Mutasi Kepala OPD, Berikut Daftarnya

“Perlu kami sampaikan, bahwa kami (Pemerintah) tetap berusaha melayangkan surat permohonan penambahan kuota pupuk ini dari bulan Oktober dan November lalu. Sebab, jika berdasarkan usulan yang diajukan Pemkab Sumenep untuk kebutuhan petani sebanyak 43 ribu ton, namun hanya dipenuhi sekitar 31.267 ton” demikian Arif Firmanto menyampaikan dihadapan para peseta aksi.

Tinggalkan Balasan