Selama Kepemimpinan Bupati Fauzi, Angka Kemiskinan di Sumenep Terus Menurun
LIMADETIK.COM, SUMENEP – Selama kepemimpinan Bupati Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo tren angka kemiskinan di Kabupaten Sumenep terus mengalami penurunan, dimana pada awal pemerintahan nya angka kemiskinan masih berada di kisaran 20,51 persen pada tahun 2021. Namun angka itu terus menurun hingga pada semester 1 tahun 2024 angka kemiskinan berkisar di nagka 17.00 persen atau turun hingga 4 persen.
Capaian ini tentu tidak serta merta bergerak begitu saja, tetapi ada upaya dan inovasi yang terus dilakukan oleh Bupati Sumenep Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojuso bersama jajarannya hingga mampu menekan angka kemiskinan pada titik saat ini. Salah satunya adalah terus memaksimalkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) untuk kepentingan masyarakat.
Hal itu sebagaimana dikatakan Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo usai mengikuti rapat paripurna laporan Banggar atas Raperda Perubahan APBD 2024 bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep, Selasa (6/8/2024).
“Selama kepemimpinan saya (Bupati Sumenep, red) kami selalu berusaha memaksimalkan APBD untuk kepentingan masyarakat. Dan target kita sesuai visi misi itulah kenapa pertumbuhan ekonomi kita dari 2,6 persen terus naik ke angka 3,1 persen dan saat naik lagi menjadi 5,35 persen, tentu ini adalah bagian bagaimana kita mengelola APBD kita sangat maksimal” katanya.
Selain meningkatnya perekonomian di Kabupaten Sumenep lajut Bupati, terus menurun secara signifikan yang saat ini hanya ada diangka 1,71 persen, begitu juga dengan Indeks Prmbangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Sumenep yang terus mengalami kenaikan dan saat ini sudah berada diangka 69, 013 persen.
“Jadi semuanya berjalan sesuai target serta harapan kita, termasuk juga nilai investasi yang pada tahun 2024 ini mencapai Rp 2,1 triliun, ini tentu sesuatu hal yang sangat positif bagi pertumbuhan perekonomian kita di Sumenep” ungkapnya.
Dikatakan Bupati, kedepan, baik angka kemiskinan, perkembangan IPM dan angka pengangguran serta nilai investasi tahun yang akan datang tetap terus ditingkatkan. Sehingga apa yang menjadi harapan tetap tercapai dengan baik.
“Untuk saat ini angka pengangguran kita termasuk terendah di Jawa Timur, dan angka IPM kita hampir menyentuh angka 70 persen, termasuk nilai investasi kita diatas 2 triliun. Ini menandakan semuanya berjalan dengan baik dan bergerak sesuai harapan” pungkasnya.