Solar Industri Naik, PLN Madura Janji Tidak Naikkan Tarif Dasar Listrik di Kepulauan

SUMENEP, Limadetik.com – Naiknya harga solar industri tidak mempengaruhi kondisi listrik di Kepulauan Sumenep, Jawa Timur. Sebab, PLN berjanji tetap tidak akan menaikkan tarif dasar listrik.

Menager PLN Wilayah Madura Area Pemekasan, Puguh Prijandoko mengatakan, PLN tidak terkait dengan naikknya harga solar industri. Selama ini PLN beli bbm langsung ke dipo Pertamina.

“Jadi berapa pun kebutuhan solar yang dibutuhkan PLTD (Pembangkit Listrik Tenaga Desel, Red) di kepulauan Sumenep, tetap kami kirim. Naiknya harga solar tidak ada pengaruhnya bagi kami,” katanya, Rabu (9/5/2018).

Menurutnya, biaya produksi listrik di kepulauan diatas biaya pokok listrik di daratan. Sehingga biaya per KWH lebih tinggi dibandingkan daratan. “Jadi meskipun solar tidak naik, biayanya tetap seperti itu (lebih tinggi dari daratan),” bebernya.

Maka dari itu, pihaknya mengaku ada persoalan dengan naiknya harga bbm. Hanya saja Puguh tidak berani mengatakan rugi atau untung. Sebab, biaya produksi listrik di kepulauan ditanggung pusat.

“Berapa pun biayanya pusat yang nanggung. Dari itu, berapa pun kebutuhannya kami tetap kirim bbm melalui depo Pertamina,” tegasnya soal disinggung kerugian PLN.

Diketahui, harga dasar solar industri Pertamina periode 15-30 April 2018 untuk area I Rp. 10,700. Sedangkan harga dasar solar industri pertamina periode 1- 14 April 2018 area I Rp. 10,300. Area I ini meliputi Sumatera, Jawa, Bali, Madura.

Sementara itu, Menager PLN Rayon Sumenep, Rudi Hartono menyebutkan ada beberapa pulau di kabupaten paling timur Madura yang menggunakan PLTD.

“Ada di Pulau Sapeken, Kangean, Sapudi, Gili Genting, dan Gili Iyang,”katanya. (Hoki/swd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here