Sosok Safira Ramadani Mahfud, Mahasiswa PBSI Unisma Lolos Penerbitan 2 Naskah
LIMADETIK.COM, MALANG – Safira Ramadani Mahfud, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Islam Malang (Unisma), kembali menorehkan prestasi dalam dunia literasi.
Gadis asal Bangkalan, Madura itu, telah lama menekuni dunia kepenulisan dan berhasil menerbitkan dua naskah dalam Sayembara Balai Bahasa Jawa Timur tahun 2024 lalu.
Keberhasilannya ini semakin membuktikan dedikasi dan kecintaannya terhadap sastra dan bahasa. “Sejak kecil saya memiliki imajinasi-imajinasi yang kadang membuatnya rishi sendiri, kemudian saya menulis sebagai sarana untuk menyalurkan berbagai imajinasi yang saya miliki itu” katanya, Senin (24/3/2025).
Dirinya menempuh pendidikan di lingkungan pesantren, mulai dari SMP hingga SMA di Puteri Attanwir Sampang, yang berada di bawah naungan Yayasan Pondok Pesantren Attanwir.
Saat ini, Safira juga menerima Beasiswa Cendekia Baznas dan menetap di Pondok Pesantren Kampus Ainul Yaqin Unisma.
Dunia kepenulisan bukan hal yang baru bagi Safira. Sejak SD, ia senang menulis, tapi hanya pantun. Dan saat SMP ia mulai tertarik menulis cerita setelah mengenal novel dan cerpen.
“Semangat saya semakin tumbuh setelah berhasil memenangkan lomba menulis cerita saat kelas XI SMA, yang menjadi titik awal perjalanannya dalam dunia sastra” tuturnya.
Dalam sayembara Balai Bahasa Jawa Timur, Safira mengajukan dua naskah yang keduanya berhasil lolos seleksi. Naskah pertama bertema batik, dengan fokus pada pemanfaatan pucuk daun jati sebagai warna pembantu dalam mempercantik warna malan atau lilin batik.
“Naskah ini saya beri judul “Daun Jhate”, yang dalam bahasa Madura berarti daun jati” ucapnya.
Naskah kedua lanjut Safira, mengangkat tema sains dan bercerita tentang tumbuhan putri malu, yang dalam bahasa Madura disebut “Bhis Koceng”.
“Inspirasi untuk naskah ini datang dari kebiasaan waktu kecil yang gemar bermain dengan tumbuhan tersebut. Informasi mengenai sayembara ini saya peroleh dari Ibu Dr. Ari Ambarwati, S.Pd.,M.Pd., salah satu dosen pengampu mata kuliah yang saya ikuti” terangnya.
Berkat kecintaannya terhadap dunia anak-anak, Safira terdorong untuk menulis cerita anak, karena merasa bahwa kebersamaan dengan mereka dapat menghilangkan segala kepenatan. Dalam proses persiapannya, Safira banyak membaca referensi cerita anak dan melakukan riset mendalam mengenai tema yang diangkat.
“Disamping itu saya juga mendapatkan dukungan dari ayah saya, terutama dalam memahami berbagai istilah bahasa Madura yang jarang digunakan, mengingat sayembara ini mensyaratkan penggunaan dua bahasa” akunya.
Keberhasilan Safira Ramadani Mahfud dalam sayembara ini menjadi bukti bahwa kerja keras, kreativitas, dan semangat yang tinggi dapat membawa hasil yang luar biasa.
“Dengan pencapaiannya ini, saya semakin termotivasi untuk terus berkarya dan memberikan inspirasi bagi banyak orang, khususnya dalam dunia literasi dan sastra” pungkasnya.