Advertorial

Tinjau Lokasi Banjir, Bupati Salwa Didampingi Sekda Serahkan Santunan

×

Tinjau Lokasi Banjir, Bupati Salwa Didampingi Sekda Serahkan Santunan

Sebarkan artikel ini
IMG 20200306 WA0086

BONDOWOSO, Limadetik.com — Bupati Bondowoso KH. Salwa Arifin mengunjungi Pondok Pesantren Nurul Falah di Desa Jeruk Sok Sok Kecamatan Binakal, Jumat (6/3/2020).

Kedatangan Bupati ke Pondok Pesantren Nurul Falah pasca dilanda banjir Rabu kemaren juga didampingi Sekda Bondowoso H. Syaifullah, untuk menyerahkan santunan.

Dalam hal ini Bupati, menyampaikan belasungkawanya atas meninggalnya seorang santriwati bernama Hilda (14) yang terseret arus banjir.

“Pertama kami sampaikan belasungkawa kepada keluarga Ponpes dan keluarga korban. Mudah-mudahan diberikan ketabahan. Ini sebagai ujian, ke depan diharapkan ada antisipasi untuk terhindar dari bencana” kata Bupati pada sejumlah awak media.

Bupati juga mengaku pemerintah akan mengupayakan untuk membantu pembangunan bangunan yang jebol akibat tanah longsor dan banjir.

Dari keterangan Kepala Biro Pendidikan Pondok Pesantren Nurul Falah, Ustadz Gunawan, bahwa pihaknya saat ini sedang memperbaiki bangunan Ponpes santriwati yang runtuh akibat banjir itu.

“Untuk pembangunan kita lakukan melalui swadaya di tengah-tengah masyarakat, dan sejumlah bantuan yang masuk dari Baznas, Pemerintah Desa dan lainnya, dan kalau kerugian ya sekitar Rp 30 juta. Tapi yang membuat kita berpikir panjang karena lokasi ini menjadi langgananan banjir. Sehingga ini menjadi catatan untuk kita” katanya usai bertemu Bupati.

Dijelaskan juga, pasca terjadinya banjir ini, seluruh santriwati yang berjumlah sekitar 70 orang dipulangkan terlebih dahulu. Untuk menghilangkan trauma, dan keluarga yang wali santriwati juga meminta hal serupa.

“Semua kita pulangkan dulu, kemungkinan satu minggu. Tapi, proses belajar mengajar santriwati pun tetap” tambahnya.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, banjir setinggi sekitar 75 cm menerpa Desa Jeruk Sok Sok pada Rabu (4/3/2020) sore.

Akibat banjir ini mengakibatkan dua orang santri terseret arus deras. Salah satu santriwati bernama Hilda (14) yang duduk di kelas VIII MTs Nurul Falah meninggal dunia. (budhi/yd)