Distribusi BBM ke Bondowoso Tersendat, DPRD: Stok Aman Jangan Panik

- Penulis

Senin, 7 September 2026 - 14:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sidak Komisi II DPRD Bondowoso ke salah satu SPBU

Sidak Komisi II DPRD Bondowoso ke salah satu SPBU

Distribusi BBM ke Bondowoso Tersendat, DPRD: Stok Aman Jangan Panik

LIMADETIK.COM, BONDOWOSO – Antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU Bondowoso dalam beberapa hari terakhir dipicu keterlambatan distribusi, bukan kelangkaan BBM. Pertamina memastikan kuota pasokan untuk Bondowoso tetap normal.

Ketua Komisi II DPRD Bondowoso H. Tohari meminta warga tidak panik dan tidak menimbun BBM. Ia menegaskan tidak ada pengurangan stok dari Pertamina.

“BBM ini tidak langka. Yang terjadi hanya keterlambatan distribusi. Karena itu kami mohon masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan penimbunan,” ujar Tohari saat sidak Komisi II DPRD Bondowoso ke SPBU Tamansari, Senin (7/9/2026).

Keterlambatan terjadi karena jalur distribusi utama dari Terminal BBM Banyuwangi ke Bondowoso terkendala. Sementara waktu, pengiriman dialihkan lewat Surabaya dan Malang. Rute yang lebih panjang membuat waktu tempuh kiriman BBM molor.

Baca Juga  Ditetapkan Jadi Desa Wisata ke 9, Ini Yang Dipunyai Desa Karang Anyar

Manajer SPBU Tamansari, Jagir, membenarkan hal tersebut. Menurutnya kendala murni di transportasi.

“Dari Pertamina tidak ada pengurangan pasokan. Kendalanya hanya di transportasi. Karena ada hambatan di jalur Banyuwangi, pengiriman dialihkan dari Surabaya dan Malang sehingga waktu sampainya lebih lama,” katanya saat diwawancarai Limadetik.com.

Dampaknya langsung terasa di lapangan. SPBU Tamansari baru menerima kiriman 8 kiloliter Pertalite dan 8 kiloliter solar pagi tadi. Itu merupakan jatah yang seharusnya datang sehari sebelumnya. Begitu stok datang, warga langsung menyerbu. Akibatnya Pertalite habis hanya dalam 3-4 jam.

Baca Juga  Lansia 86 Tahun di Prajekan Ditemukan Meninggal di Sungai Setelah Hilang Saat Cari Klaras

Jagir menyebut lonjakan pembelian terjadi karena kekhawatiran warga terhadap isu kelangkaan. Banyak pengendara mengisi penuh meski BBM di tangki masih cukup.

“Kiriman yang datang pagi tadi sebenarnya jatah yang seharusnya tiba sehari sebelumnya. Karena terlambat, sempat terjadi kekosongan. Setelah datang, masyarakat langsung membeli dan dalam sekitar tiga sampai empat jam Pertalite sudah habis,” jelasnya.

Tohari menilai kepanikan inilah yang membuat konsumsi BBM naik tajam dalam 1-2 hari terakhir.

“Yang biasanya belum perlu mengisi BBM akhirnya ikut mengisi karena khawatir kehabisan. Ini yang menyebabkan permintaan meningkat tajam,” ujarnya.

Untuk mengurai masalah, Komisi II DPRD Bondowoso akan segera menggelar rapat koordinasi bersama Pertamina, Hiswana Migas, Polres Bondowoso, dan tim pengawas barang subsidi. Salah satu yang dibahas adalah penambahan armada angkut selama distribusi masih lewat Surabaya-Malang.

Baca Juga  RSUD dr. H. Koesnadi Hadirkan Inovasi CEKATAN, Pantau Antrean Obat Bisa dari Luar Rumah Sakit

“Masalahnya sudah diketahui, sekarang yang harus dicari adalah solusinya. Jika jarak pengiriman lebih jauh, maka armadanya harus disesuaikan agar distribusi bisa lebih cepat dan tidak terjadi kekosongan stok,” kata Tohari.

Ia menutup dengan menegaskan kembali bahwa kuota BBM Bondowoso tidak dikurangi. Warga diminta membeli sesuai kebutuhan sambil menunggu distribusi kembali normal.

“Kami terus berkoordinasi dengan semua pihak agar distribusi kembali normal. Jadi masyarakat tidak perlu panik karena pasokan BBM tetap ada dan akan terus disuplai,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Penulis : Budhi

Editor : Wahyu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel limadetik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sambut Hari Santri, BRI Bondowoso Perluas Pelayanan di Pesantren Tamanan
Entry Meeting BPK RI di RSUD Koesnadi, Fokus Perbaikan Layanan Rumah Sakit
Jawa Timur Jadi Pilot Project, Bondowoso Perkuat Perlindungan Anak di Ruang Digital
Prestasi Siswa Bondowoso Diapresiasi Bupati, Dukungan Anggaran Ekstrakurikuler Masih Jadi PR Disdik
Camat Pujer Paparkan Capaian Pencegahan Stunting 2026, Angka Stunting Turun dan Pendampingan TPK Capai 100 Persen
110 KDKMP di Bondowoso Rampung 100 Persen, 94 Titik Lolos Verval Mabes TNI dan Siap Dioperasikan
PKB Bondowoso Dikukuhkan, Ahmad Dhafir Bidik Tambah Kursi di 2029
Cegah Penyimpangan, Kejaksaan Ingatkan Kepala Sekolah Soal Aturan Revitalisasi Sekolah
Berita ini 116 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:50 WIB

Sambut Hari Santri, BRI Bondowoso Perluas Pelayanan di Pesantren Tamanan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:34 WIB

Entry Meeting BPK RI di RSUD Koesnadi, Fokus Perbaikan Layanan Rumah Sakit

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:48 WIB

Jawa Timur Jadi Pilot Project, Bondowoso Perkuat Perlindungan Anak di Ruang Digital

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:13 WIB

Prestasi Siswa Bondowoso Diapresiasi Bupati, Dukungan Anggaran Ekstrakurikuler Masih Jadi PR Disdik

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:13 WIB

Camat Pujer Paparkan Capaian Pencegahan Stunting 2026, Angka Stunting Turun dan Pendampingan TPK Capai 100 Persen

Berita Terbaru