Pertalite Bersubsidi Diduga “Dijemput” Pakai Jeriken, Sulaisi Sentil Manajemen SPBU Kolor

- Penulis

Kamis, 10 September 2026 - 12:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sulaisi Abdurrazaq

Sulaisi Abdurrazaq

Pertalite Bersubsidi Diduga “Dijemput” Pakai Jeriken, Sulaisi Sentil Manajemen SPBU Kolor

LIMADETIK.COM, SUMENEP — Polemik pengisian Pertalite menggunakan jeriken di salah satu SPBU di Kabupaten Sumenep mendapat sorotan tajam dari Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengacara Syariah Indonesia (APSI), Sulaisi Abdurrazaq, MH.

Sulaisi menilai persoalan sulitnya masyarakat mendapatkan Pertalite tidak semestinya hanya diarahkan kepada pemerintah. Menurutnya, tata kelola dan pengawasan di tingkat SPBU juga patut dipertanyakan ketika BBM bersubsidi justru diduga diambil menggunakan jeriken dan kendaraan pribadi.

“Peristiwa yang seperti itu yang membuat kita susah. Seolah-olah masalahnya ada pada pemerintah. Padahal sesungguhnya masalahnya ada pada manajemen SPBU,” kata Sulaisi, Kamis (10/9/2026).

Baca Juga  Seluruh Camat-Sekcam Sumenep Terisi, Wabup Tekankan Dampaknya Harus Dirasakan Warga

Ia mengatakan, pasokan Pertalite ke wilayah Madura pada dasarnya tetap dikirim sebagaimana biasanya. Karena itu, dirinya menilai kondisi yang terjadi di lapangan tidak tepat jika langsung disebut sebagai panic buying.

“Di Madura ini sebenarnya tidak ada panic buying. Yang ada itu, begitu Pertalite sampai, sudah ada yang jemput. Misalnya jam 12 malam, seperti itu, menggunakan jeriken,” ujarnya.

Menurut Sulaisi, pola pengambilan BBM menggunakan jeriken perlu mendapat perhatian serius karena bukan hanya berkaitan dengan distribusi BBM bersubsidi, tetapi juga menyangkut aspek keselamatan.

“Dari sisi regulasi jelas-jelas bertentangan dengan hukum, tidak boleh. Itu rawan terbakar. Apalagi jeriken itu digunakan untuk mengambil BBM,” tegasnya.

Baca Juga  Wabup Sumenep Tegaskan Pramuka Tak Boleh Sekadar Seremonial, Harus Hadir dengan Aksi Nyata

Sorotan Sulaisi semakin tajam ketika pengambilan BBM tersebut dilakukan menggunakan kendaraan pribadi. Ia mempertanyakan alasan kendaraan seperti mobil Avanza digunakan untuk mengangkut BBM bersubsidi dalam jeriken.

“Apalagi yang mengambil pakai mobil, misalnya seperti mobil Avanza. Itu kan berarti menandakan dia bukan dari kelompok orang kecil,” ungkapnya.

Ia mengingatkan, Pertalite merupakan BBM bersubsidi yang semestinya dapat diakses masyarakat sesuai peruntukannya. Karena itu, distribusi di tingkat SPBU harus diawasi agar tidak terjadi praktik yang berpotensi merugikan masyarakat.

Sulaisi juga meminta persoalan tersebut tidak berhenti pada perdebatan mengenai ada atau tidaknya kelangkaan Pertalite. Menurutnya, yang lebih penting adalah memastikan bagaimana BBM bersubsidi yang telah dikirim dapat benar-benar tersalurkan secara tertib dan tepat sasaran.

Baca Juga  Puskesmas Pamolokan Skrining Ratusan Siswa Baru SMAN 1 Sumenep, Deteksi Dini Jadi Benteng Cegah Gangguan Kesehatan

“Jangan sampai kemudian masyarakat sulit mendapatkan Pertalite, sementara ketika stok datang sudah ada pihak tertentu yang mengambil menggunakan jeriken. Ini yang harus dilihat dan diawasi,” tandasnya.

Dikatakan Ketua APSI Jawa Timur itu, pihaknya tidak peduli siapapun pemilik SPBU yang melakukan pelanggaran atau tidak taat terhadap peraturan yang sudah ditentukan pemerintah maka wajib dikritisi dan diingatkan.

“Siapapun yang punya pom atau SPBU kalau tidak taat aturan dan manajemen, kita tidak urus itu, kalau salah ya tetap salah. Karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Penulis : Wahyu

Editor : Wandi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel limadetik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pilkades Serentak Sumenep 2027 Mulai Diproses, E-Voting Tetap Diusulkan untuk Wilayah Daratan
Saat Lepas Kontingen POPDA XV Jatim, Wabup Sumenep Tekankan Sportivitas dan Nama Baik Daerah
Merpati Gingging Punya Nama hingga Nasional, Pemkab Sumenep Didorong Gelar Kontes Resmi
Soal Dugaan Penggelapan Kapal, Sulaisi Sebut Argumentasi Hukum Kurniadi Ngawur dan Menyesatkan
Festival Banjari Piala DRT The Big Family Meriahkan Hari Santri, Gus Khoiron Siap Hadir di Rubaru
Diskominfo Sumenep Bekali Siswa Cegah Penipuan Digital Lewat Gerakan “Jeda Sebelum Klik”
Ketua DPRD Sumenep Soroti Etika Politik Alumni Pesantren: Jangan Sampai Salah Jadi Teladan
Sumenep Sahkan APBD 2027 Rp2,26 Triliun, Pengawasan Anggaran Jadi Tantangan
Berita ini 89 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:13 WIB

Pilkades Serentak Sumenep 2027 Mulai Diproses, E-Voting Tetap Diusulkan untuk Wilayah Daratan

Senin, 26 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Saat Lepas Kontingen POPDA XV Jatim, Wabup Sumenep Tekankan Sportivitas dan Nama Baik Daerah

Minggu, 25 Oktober 2026 - 16:39 WIB

Merpati Gingging Punya Nama hingga Nasional, Pemkab Sumenep Didorong Gelar Kontes Resmi

Minggu, 25 Oktober 2026 - 06:57 WIB

Soal Dugaan Penggelapan Kapal, Sulaisi Sebut Argumentasi Hukum Kurniadi Ngawur dan Menyesatkan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 08:43 WIB

Festival Banjari Piala DRT The Big Family Meriahkan Hari Santri, Gus Khoiron Siap Hadir di Rubaru

Berita Terbaru