18 Ton Pupuk Bersubsidi Diselundupkan Keluar Kota Berhasil Digagalkan Polres Sumenep
LIMADETIK.COM, SUMENEP – Sebanyak 18 ton pupuk bersubsidi yang akan diselundupkan keluar kota berhasil digagalkan Polres Sumenep, Madura Jawa Timur, Rabu (15/3/2023).
Penggagalan penyelundupan pupuk bersubsidi itu diamankan pada hari Rabu tanggal 08 Maret 2023 sekitar pukul 20.30 Wib, oleh anggota unit Resmob Sat Reskrim Polres Sumenep berhasil.
Menurut Kapolres Sumenep AKBP Edo Satya Kentriko, SH.MH mengatakan, penyelundupan pupuk bersubsidi tersebut berhasil digagalkan di Jalan Raya Sumenep Pemekasan tepatnya di Desa. Sendang Kecamatan Prenduan Kabupaten Sumenep.
“Pelaku penyelundupan yang diamankan ada 2 orang yakni berinisial H warga Kecamatan Karang Penang, Kabupaten Sampang, sebagai sopir truk, IH warga Kecamatan Larangan Pamekasan sebagai sopir truk dan W warga Bluto Sumenep sebagai pemilik barang berupa pupuk bersubsidi (DPO)” kata Kapolres.
AKBP Edo menegaskan, barang bukti pupuk dan 2 truk serta 2 sopir diamankan di Mapolres Sumenep guna penyidikan lebih lanjut.
“Sedangkan yang berinisial W berperan sebagai pemilik barang ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO)” ucapnya.
AKBP Edo menjelaskan bahwa pengungkapan penyelundupan pupuk bersubsidi tersebut adanya informasi tentang armada transportasi (truck) yang sedang melaksanakan muat barang (pupuk bersubsidi) di jalan Desa Aeng Baja Kenek Kecamatan Bluto Kabupaten Sumenep, yang disinyalir akan diselundupkan keluar daerah Kabupaten Sumenep.
Namun, kata AKBP Edo, tim Resmob Polres Sumenep langsung menindaklanjuti informasi tersebut, sekitar pukul 18.30 Wib, anggota Resmob Satreskrim Polres Sumenep melaksanakan giat penyelidikan.
“Kemudian sekitar pukul 20.30 Wib di Jalan Raya Sumenep Pamekasan tepatnya di Desa. Sendang Kecamatan Prenduan Kabupaten Sumenep Unit Resmob melakukan penyekatan terhadap 2 kendaraan truck yang digunakan oleh terduga pelaku, ada dua jenis pupuk yang diamankan, yakni pupuk urea sebanyak 240 karung dan phonska 120 karung” terangnya.
Atas perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 6 ayat 1 huruf (b) Jo Pasal 1 Ke 3 (e) Undang- Undang Darurat nomor 7 tahun 1995 tentang pengusutan, penuntutan dan peradilan tindak pidana ekonomi Sub Pasal 21 Jo Pasal 30 Peraturan Menteri Perdagangan nomor 15/M-DAG/PER/4/2013 tentang pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi untuk sektor pertanian Jo Pasal 55 Ayat Ke 1 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 2 tahun