SUMENEP, limadetik.com – Masyarakat Sumenep, Jawa Timur masih banyak yang berada di garis kemiskinan. Buktinya, dari 1.085.227 penduduk, sebanyak 211.92 orang berada di batas garis kemiskinan.

“Berdasarkan data 2017, dari jumlah penduduk 1.085.227 orang, 19,62 persen berada di garis kemiskinan. Hal itu dengan perdapatan Rp 313.330 per bulan per kapita,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumenep, Syaiful Rahman saat acara bertajuk ‘Expose data peningkatan kualitas pengelolaan dokumenstasi koleksi dan layanan data’, Kamis (6/12/2018).

Menurutnya, penghitungan angka kemiskinan menggunakan konsep kecukupan pemenuhan kebutuhan dasar (cost of basic needs). Hal itu disetarakan dengan kebutuhan minimum Rp 2.100 kilo kalori per orang per hari.

“Jadi seseorang disebut miskin apabila pengeluaran per bulan dan per kapita di bawah Rp 313.330 pada tahun 2017” terangnya.

Perhitungan angka kemiskinan oleh BPS Sumenep mengacu pada pedoman Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). Disitu pendekatan yang digunakan adalah ‘basic needs’ atau kebutuhan dasar.

Disamping itu, sambung Syaiful, pengukuran kemiskinan di Indonesia menggunakan konsep moneter yang memandang kemiskinan sebagai kekurangan penghasilan (uang) yang ditunjukkan oleh kemampuan pengeluaran rumah tangga.

“Dari itu, ada penurunan angka kemiskinan di Sumenep 0,47 poin. Adapun yang mempengaruhi turunnya angka kemiskinan salah satunya PKH (Program Keluarga Harapan),” tukasnya.(hoki/yd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here