Ketua DPRD Lamongan Dorong Pers Siber Tak Kalah oleh Kecepatan Informasi
LIMADETIK.COM, LAMONGAN — Di tengah derasnya arus informasi digital yang sulit dibendung, kualitas dan akurasi pemberitaan menjadi tantangan serius bagi dunia pers. Kondisi tersebut mendapat perhatian Ketua DPRD Kabupaten Lamongan, M. Freddy Wahyudi, yang mendorong insan pers tetap mengedepankan profesionalisme dan kepentingan publik.
Hal itu disampaikan Freddy saat menerima audiensi jajaran pengurus dan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Lamongan di Gedung DPRD Lamongan, Senin (7/9/2026).
Freddy menilai perkembangan teknologi telah membuat masyarakat semakin mudah memperoleh informasi. Namun, kemudahan tersebut juga dibarengi dengan maraknya informasi yang belum terverifikasi, termasuk disinformasi yang berpotensi menyesatkan masyarakat.
Karena itu, menurutnya, media memiliki tanggung jawab besar untuk menjadi penyaring informasi sekaligus menghadirkan produk jurnalistik yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Pers memiliki peran yang sangat strategis dalam kehidupan demokrasi. Karena itu, kualitas pemberitaan harus terus dijaga agar masyarakat senantiasa mendapatkan informasi yang benar, objektif, dan berimbang,” ujar Freddy.
Politisi PKB itu menegaskan, media massa tidak semata-mata berfungsi sebagai penyampai informasi. Pers juga memiliki fungsi edukasi sekaligus kontrol sosial terhadap penyelenggaraan pemerintahan.
Ia berharap SMSI Lamongan dapat mengambil peran dalam mendorong perusahaan media siber untuk memperkuat tata kelola perusahaan sekaligus meningkatkan kualitas karya jurnalistik.
Menurut Freddy, profesionalisme media menjadi semakin penting karena kecepatan menjadi salah satu karakter utama media siber. Namun, kecepatan tersebut tidak boleh mengorbankan proses verifikasi dan akurasi informasi.
“Jangan sampai kecepatan mengalahkan akurasi. Media siber harus tetap mengedepankan kode etik jurnalistik dan kepentingan publik di atas segalanya,” tegasnya.
Freddy juga menilai hubungan antara lembaga legislatif dan media harus dibangun secara sehat dan kritis. Ia menyebut kritik konstruktif yang disampaikan berdasarkan data dan fakta justru menjadi bagian penting dalam proses demokrasi.
“Kritik yang konstruktif tentu sangat dibutuhkan. Dari kritik itu, kami di legislatif maupun eksekutif bisa melakukan evaluasi terhadap kebijakan yang dijalankan,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua SMSI Lamongan M. Nur Ali Zulfikar menyampaikan apresiasi atas dukungan DPRD Lamongan terhadap upaya membangun ekosistem pers yang profesional dan bertanggung jawab.
Menurut Ali Zulfikar, perubahan lanskap media digital berlangsung sangat cepat. Perusahaan pers dituntut tidak hanya mampu menyajikan berita secara cepat, tetapi juga memastikan setiap informasi yang dipublikasikan memenuhi standar jurnalistik.
“SMSI sebagai wadah perusahaan media siber memiliki tanggung jawab moral untuk mendorong para anggotanya agar meningkatkan standar tata kelola perusahaan media sekaligus menjaga kualitas karya jurnalistik,” pungkasnya.
Audiensi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara dunia pers dan lembaga legislatif, sekaligus mendorong media siber agar tetap menjadi salah satu pilar penting demokrasi di tengah derasnya perubahan teknologi informasi.
Penulis : Misbah
Editor : Wahyu








