SMSI Sumenep Gelar Sekolah Melek Media, Guru SDN Gugus 02 Kalianget Dibekali Literasi Informasi

- Penulis

Sabtu, 26 September 2026 - 14:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dari kiri, Ketua SMSI Sumenep, Wahyudi, Moh. Sumardono, Prengki Wirananda, Pengawas SDN Wilayah Kalianget, H. Abd. Aziz, M.Pd dan Ketua Gugus 02 Kalianget, A. Yudhi

Dari kiri, Ketua SMSI Sumenep, Wahyudi, Moh. Sumardono, Prengki Wirananda, Pengawas SDN Wilayah Kalianget, H. Abd. Aziz, M.Pd dan Ketua Gugus 02 Kalianget, A. Yudhi

SMSI Sumenep Gelar Sekolah Melek Media, Guru SDN Gugus 02 Kalianget Dibekali Literasi Informasi

LIMADETIK.COM, SUMENEP – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Sumenep menggelar pelatihan Sekolah Melek Media di SDN Kalimook II, Kecamatan Kalianget, Sabtu (26/9/2026).

Kegiatan tersebut diikuti perwakilan dari seluruh SDN yang tergabung dalam Gugus 02 Kalianget. Masing-masing sekolah mengirimkan dua orang utusan untuk mengikuti pelatihan yang mengangkat tema Pelatihan Literasi Jurnalistik “Menggali Lokalitas dan Pemanfaatan AI Bagi Guru se-Kecamatan Kalianget”.

Hadir sebagai pemateri dua jurnalis sekaligus pemimpin redaksi media siber di Sumenep, yakni Moh. Sumardono, Pemimpin Redaksi Dimadura.id, dan Prengki Wirananda, Pemimpin Redaksi Klikmadura.com.

Ketua SMSI Kabupaten Sumenep, Wahyudi, saat membuka kegiatan menegaskan bahwa lingkungan sekolah harus memiliki kemampuan literasi media yang memadai. Menurutnya, guru maupun peserta didik perlu memahami perbedaan antara informasi yang diproduksi melalui proses jurnalistik dengan informasi yang beredar bebas di media sosial.

“Sekolah harus bisa melek informasi. Kita harus bisa membedakan mana informasi yang berasal dari media mainstream atau arus utama, dan mana informasi yang hanya beredar melalui media sosial,” tegas Wahyudi.

Ia menjelaskan, perkembangan teknologi informasi membuat masyarakat semakin mudah memperoleh dan menyebarkan informasi. Namun, kemudahan tersebut juga membawa tantangan berupa munculnya informasi yang belum tentu benar, tidak memiliki sumber yang jelas, hingga berpotensi menyesatkan.

Karena itu, literasi media dinilai penting ditanamkan di lingkungan pendidikan agar para guru mampu menjadi contoh sekaligus membimbing siswa dalam menggunakan informasi secara bijak.

Sementara itu, Pengawas Sekolah Wilayah Kerja Kalianget, H. Abd. Aziz, mengajak seluruh guru yang mengikuti kegiatan agar mengikuti pelatihan secara serius.

Ia berharap kesempatan belajar langsung dari para jurnalis dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kemampuan guru, khususnya dalam memahami informasi sekaligus mengembangkan keterampilan menulis.

“Silakan ikuti kegiatan ini dengan baik. Manfaatkan kesempatan untuk belajar dari para jurnalis, termasuk belajar bagaimana menulis dan membuat informasi yang baik,” ujar M. Aziz.

Kegiatan yang berlangsung di SDN Kalimook II tersebut berlangsung penuh khidmat. Selain mendapatkan pemahaman mengenai literasi media, para peserta juga diajak mengenal proses kerja jurnalistik, mulai dari memahami informasi, menentukan sumber, hingga menyusun tulisan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Ketua Gugus 02 Kalianget, A. Yudhi, turut hadir dalam kegiatan tersebut. Kehadiran para pengawas dan pengurus gugus sekolah menjadi bentuk dukungan terhadap upaya meningkatkan kapasitas guru dalam menghadapi perkembangan teknologi informasi.

Melalui kegiatan Sekolah Melek Media ini, SMSI Sumenep berharap budaya literasi informasi semakin berkembang di lingkungan sekolah, sehingga guru dan siswa tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga mampu menjadi pengguna informasi yang kritis, cerdas, dan bertanggung jawab.

Facebook Comments Box

Penulis : Andi

Editor : Wahyu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel limadetik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gonjang Ganjing Honor Perangkat Desa Pagerungan Besar 9 Bulan Tak Cair, Mekanisme Pencairan Dana Dipersoalkan
55 Pejabat Pemkab Sumenep Bergeser, Wabup Imam Hasyim Ambil Sumpah di Pendopo Keraton
Kejari Sumenep Hentikan Penuntutan Dua Tersangka Lewat Keadilan Restoratif
Bukan Sekadar Turunkan Angka, Kader Posyandu Sapeken Dibekali Hadapi Stunting
Perkuat Peran Kader Posyandu, SKK Migas–KEI dan Puskesmas Pagerungan Besar Kolaborasi Tangani Stunting
Jelang Berlayar, Penumpang Kapal di Kalianget Bisa Cek Kesehatan Gratis
HIMPASS Gelar Diskusi Publik, Bedah Wacana Perubahan Nomenklatur Kabupaten Sumenep
Papan Informasi Tak Cantumkan Nilai Anggaran, Revitalisasi SDN Kalianget Timur IV Disorot: Diduga Minim Transparansi
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 14:11 WIB

SMSI Sumenep Gelar Sekolah Melek Media, Guru SDN Gugus 02 Kalianget Dibekali Literasi Informasi

Jumat, 25 September 2026 - 11:46 WIB

Gonjang Ganjing Honor Perangkat Desa Pagerungan Besar 9 Bulan Tak Cair, Mekanisme Pencairan Dana Dipersoalkan

Jumat, 25 September 2026 - 10:53 WIB

55 Pejabat Pemkab Sumenep Bergeser, Wabup Imam Hasyim Ambil Sumpah di Pendopo Keraton

Rabu, 23 September 2026 - 17:28 WIB

Kejari Sumenep Hentikan Penuntutan Dua Tersangka Lewat Keadilan Restoratif

Rabu, 23 September 2026 - 16:37 WIB

Bukan Sekadar Turunkan Angka, Kader Posyandu Sapeken Dibekali Hadapi Stunting

Berita Terbaru