Plt Bupati Tulungagung Gelar Doa Bersama, Santuni Anak Yatim dan Kaum Duafa
LIMADETIK.COM. TULUNGAGUNG – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, mengajak masyarakat memperkuat kerukunan, kepedulian sosial, dan kebersamaan demi menjaga keamanan serta ketertiban lingkungan. Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan doa bersama dan santunan bagi anak yatim, piatu, serta kaum duafa, pada Selasa 27 Oktober 2026.
Kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Tulungagung itu berlangsung di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso. Acara tersebut dihadiri Ahmad Baharudin, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), ulama, tokoh agama, serta tokoh masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Plt Bupati Ahmad Baharudin menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. “Santunan kepada anak yatim, piatu, dan kaum duafa bukan sekadar bentuk bantuan sosial, melainkan juga wujud kepedulian dan tanggung jawab bersama terhadap sesama” ujarnya.
Ia menegaskan, terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat keamanan. Peran aktif masyarakat juga diperlukan melalui kesadaran menjaga lingkungan, kepedulian terhadap kondisi sekitar, serta semangat gotong royong.
“Keamanan dan ketertiban merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, diperlukan kesadaran dan kepedulian seluruh elemen masyarakat untuk menjaga lingkungan agar tetap aman, damai, dan kondusif,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Selain mengajak masyarakat menjaga keamanan lingkungan, Ahmad Baharudin juga mengingatkan pentingnya merawat kerukunan, menghormati perbedaan, dan menggunakan media sosial secara bijak.
“Masyarakat jangan mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, terlebih menyebarkan konten yang berpotensi memicu keresahan maupun perpecahan di tengah kehidupan bermasyarakat” tugasnya.
Ia menilai, semangat gotong royong, kepedulian sosial, dan kebersamaan menjadi modal penting dalam membangun Kabupaten Tulungagung yang aman, damai, dan sejahtera.
“Semoga kegiatan ini tidak berhenti sebagai acara seremonial semata, tetapi menjadi pengingat bagi kita untuk terus memperkuat budaya berbagi, menolong sesama, dan membangun masyarakat yang rukun, peduli, serta saling menguatkan,” pungkasnya.
Melalui kegiatan doa bersama dan santunan tersebut, Pemerintah Kabupaten Tulungagung berharap kepedulian terhadap kelompok masyarakat yang membutuhkan terus tumbuh, seiring dengan penguatan persatuan dan keamanan di lingkungan masyarakat.
Penulis : Dar
Editor : Wahyu








