Kapolres Trenggalek Tekankan Polisi Harus Dekat dengan Masyarakat, Patroli Gentong Diperkuat
LIMADETIK.COM, TRENGGALEK – Tagline “Polisi Bersama Masyarakat” bukan sekadar slogan. Bagi Polres Trenggalek, kalimat tersebut menjadi pijakan dalam membangun kedekatan dengan warga sekaligus memastikan kehadiran polisi benar-benar dirasakan masyarakat.
Hal itu ditegaskan Kapolres Trenggalek AKBP Rizky Tri Putra Erryka Adi Wijaya, S.I.K., M.H., saat melakukan kunjungan kerja ke Mapolsek Durenan dan Mapolsek Watulimo, Rabu (7/10/2026). Kegiatan tersebut diikuti para pejabat utama serta seluruh personel Polsek setempat.
Menurut AKBP Rizky, polisi harus hadir bukan hanya ketika terjadi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), tetapi juga mampu mendengar persoalan warga, memberikan pelayanan, perlindungan, serta kepastian hukum.
“Polri hadir untuk mendengar, melayani, melindungi, memberikan kepastian hukum, dan bersama-sama masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban. Kedekatan dengan masyarakat harus menjadi bagian dari budaya kerja seluruh anggota,” tegasnya.
Karena itu, ia meminta seluruh personel lebih aktif turun langsung ke desa-desa. Interaksi dan tatap muka dengan masyarakat dinilai penting untuk mengetahui secara langsung dinamika Kamtibmas sekaligus persoalan sosial yang berkembang di wilayah masing-masing.
Kapolres juga menyoroti kondisi kekeringan yang saat ini melanda sejumlah wilayah. Ia meminta setiap Polsek mengoptimalkan patroli gentong untuk membantu masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
“Jangan ragu membantu masyarakat yang membutuhkan. Berikan pelayanan yang humanis dan responsif. Seperti kondisi kekeringan yang terjadi saat ini, terjunkan patroli gentong masing-masing Polsek untuk menyalurkan bantuan air bersih. Koordinasikan dengan instansi terkait agar bantuan bisa lebih merata,” ujarnya.
Dorong Ecology Policing dan Green Policing
Selain respons langsung terhadap dampak kekeringan, Polres Trenggalek juga mendorong upaya pencegahan bencana melalui pendekatan ecology policing dan green policing.
AKBP Rizky menjelaskan, kondisi geografis Trenggalek yang didominasi kawasan pegunungan dan hutan merupakan modal penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus mengurangi risiko bencana.
Saat musim kemarau panjang, kekeringan dan krisis air bersih menjadi persoalan yang kerap muncul. Sebaliknya, ketika musim penghujan tiba, sejumlah wilayah menghadapi ancaman banjir dan tanah longsor.
Karena itu, ia meminta gerakan pelestarian lingkungan dimulai dari masing-masing lingkungan Polsek dan melibatkan masyarakat secara aktif.
“Dimulai dari lingkungan Polsek masing-masing. Lakukan penanaman pohon dan dorong masyarakat untuk terlibat aktif dalam pelestarian alam, terutama bagi wilayah yang memiliki sumber mata air,” jelasnya.
Menurutnya, penyelamatan sumber mata air menjadi salah satu kunci menghadapi kekeringan. Keberadaan kawasan resapan air yang terjaga dapat membantu memastikan ketersediaan air baku bagi masyarakat ketika musim kemarau.
Sementara itu, penanaman pohon juga memiliki fungsi penting dalam menjaga struktur tanah dan mengurangi risiko longsor maupun banjir saat musim hujan.
Tekankan Disiplin dan Soliditas Personel
Di sisi internal, Kapolres meminta seluruh anggota meningkatkan disiplin dan profesionalisme dalam menjalankan tugas. Disiplin, kata dia, tidak hanya berkaitan dengan ketepatan waktu, tetapi juga kepatuhan terhadap prosedur dan standar operasional yang berlaku.
Ia juga mengingatkan personel agar menjaga soliditas dan kekompakan, baik di lingkungan internal Polsek maupun dalam koordinasi dengan satuan atas dan pemangku kepentingan lainnya.
“Jaga soliditas dan kekompakan antarpersonel. Perkuat koordinasi dengan satuan atas, antar-Polsek maupun stakeholder terkait. Jaga marwah kepolisian dengan tidak melakukan pelanggaran dan kode etik sekecil apa pun,” pungkasnya.
Dalam kunjungan kerja tersebut, Kapolres Trenggalek bersama pejabat utama juga melakukan pengecekan ruang kerja dan sarana prasarana penunjang tugas kepolisian.
Selain itu, rombongan meninjau Pekarangan Pangan Lestari (P2L) serta kegiatan UMKM yang dimotori oleh pengurus Bhayangkari Ranting di masing-masing Polsek.
Penulis : Junet
Editor : Wahyu








