Kacabdindik Apresiasi Guru SMKN 1 Kalianget Tembus Prestasi AI Internasional, Buka Peluang Berkompetisi ke Negeri China
LIMADETIK.COM, SUMENEP – Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) bukan sekadar tantangan bagi dunia pendidikan. Teknologi ini justru menjadi ruang baru bagi para pendidik untuk berinovasi dan membuktikan kemampuan. Hal itu ditunjukkan Mifta Febriansyah, S.Kom., guru PPPK penuh SMK Negeri 1 Kalianget, Kabupaten Sumenep, yang berhasil meraih Juara 3 dalam kompetisi pengembangan ekosistem kreatif berbasis AI.
Hal itu ia capai setelah mengikuti kompetisi Peningkatan SDM Guru SMK Provinsi Jawa Timur dari Dinas Pendidikan Jawa Timur bekerjasama dengan BOKE Technology dan Bytendance bertema “Short drama AI” secara daring dengan peserta pelatihan 50 orang dari SMK di Jatim dari tanggal 15-26 November 2026. Sedang pelaksanaan kompetisi digelar pada tanggal 17 Oktober 2026.
Puncaknya, Mifta menerima penganugrahan dalam rangkaian kegiatan International Seminar: AI-Powered Creative Ecosystems, Industry Development Pathways & Global Prospects yang berlangsung di Gedung Sabha Nugraha Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur di Surabaya, Jumat (30/10/2026).
Capaian Mifta menjadi kebanggaan tersendiri bagi dunia pendidikan Sumenep. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, guru asal Desa Jenangger, Kecamatan Batang-Batang, itu mampu menunjukkan bahwa tenaga pendidik daerah juga memiliki kapasitas untuk berkompetisi dalam bidang teknologi dan kreativitas.
Keberhasilan tersebut mendapat apresiasi dari Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdindik) Provinsi Jawa Timur Wilayah Sumenep, Dr. Rusliy, M.Pd. Ia menilai prestasi Mifta menjadi bukti bahwa guru di Sumenep memiliki potensi besar untuk terus berkembang dan menorehkan pencapaian di luar lingkungan sekolah.
Menurut Rusliy, penguasaan teknologi digital, termasuk kecerdasan buatan, menjadi kompetensi penting yang harus terus dikembangkan oleh tenaga pendidik.
“Guru tidak cukup hanya menguasai materi pembelajaran, tetapi juga dituntut mampu mengikuti perubahan teknologi agar pendidikan tetap relevan dengan kebutuhan zaman” kata Dr. Rusliy kepada media, Sabtu (31/10/2026).
Ia berharap keberhasilan Mifta dapat menginspirasi guru lainnya untuk berani berinovasi, meningkatkan kapasitas diri, dan mengambil peluang dalam berbagai kompetisi.
Menariknya, prestasi Juara 3 tersebut juga membuka peluang bagi Mifta untuk mendapatkan kesempatan mengikuti kompetisi di luar negeri. Peluang itu menjadi pintu untuk memperluas pengalaman, wawasan, sekaligus jejaring profesional di tingkat internasional.
“Ini adalah kesempatan dan peluang yang luar biasa, tentu saya berharap ke depan akan semakin banyak Guru di Sumenep seperti Mifta, karena semua punya kesempatan dan peluang yang sama untuk terus berinovasi dan berkembang, sehingga pendidikan benar-benar berdampak bagi kemajuan anak bangsa” ungkapnya.
Bukan Prestasi Pertama
Capaian di bidang AI tersebut ternyata bukan kali pertama ditorehkan Mifta. Sebelumnya, ia juga berhasil meraih Juara II dalam kompetisi Karya Drama Komik AI bertema “PAHLAWAN” melalui karya berjudul “Bayu 1771 – Api Terakhir Blambangan”.
Dua prestasi tersebut memperlihatkan konsistensinya dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan sebagai medium untuk mengembangkan kreativitas dan menghasilkan karya.
“Di SMKN 1 Kalianget, Mifta mengajar bidang Teknik Komputer dan Informatika, dengan mata pelajaran Konsentrasi Keahlian Desain Komunikasi Visual. Ia juga mendapat tugas tambahan sebagai staf humas bidang web dan media sosial sekolah” jelas Kacabdin asal Pulau Masalembu itu.
Lahir di Banyuwangi pada 8 Februari 1992, Mifta kini menjadi salah satu contoh bahwa guru di daerah memiliki peluang yang sama untuk berkiprah dalam perkembangan teknologi dan industri kreatif.
Prestasi tersebut sekaligus mematahkan anggapan bahwa keterbatasan wilayah maupun status kepegawaian menjadi penghalang untuk berkompetisi. Dengan kemauan belajar, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi, seorang guru dapat melampaui batas ruang kelas dan membawa nama daerah ke panggung yang lebih luas.
“Keberhasilan Mifta diharapkan tidak berhenti sebagai pencapaian pribadi, tetapi juga menjadi dorongan bagi ekosistem pendidikan di Sumenep untuk semakin terbuka terhadap inovasi, teknologi AI, dan pengembangan kreativitas digital” harap Dr. Rusliy.
Sementara itu, Mifta Febriansyah menyampaikan banyak terimakasih atas semua dukungan yang telah diberikan Cabang Dinas dan SMN 1 Kalianget serta seluruh guru-guru di Sumenep.
Mifta menyebutkan, semua guru punya peluang dan kesempatan yang sama untuk ikut serta dalam setiap ajang pengembangan diri, sehingga guru di Sumenep tetap bisa bersaing dengan daerah lain, baik di tingkat lokal maupun tingkat nasional.
“Selama ada keinginan, tentu semua punya kesempatan yang sama. Awalnya saya juga tidak pernah berfikir akan meraih juara, namun pada prinsip nya saya tetap yakin bahwa ketika kita berjuang hasil pasti akan ada” ucapnya.
Penulis : Wahyu
Editor : Wandi








